
Foto: Fotosearch
Berlapang dada menerima kritik yang membangun adalah salah satu kunci sukses kita di masa depan. Ini respons bijak ketika menghadapi kritik:
- Sebisa mungkin hindari menangis, apalagi di depan bos atau klien yang memberi kritik. Nggak mau, dong, kita dicap sebagai cewek yang nggak bisa mengontrol diri.
- Beri respon cepat yang netral dan nggak terkesan defensif. Misalnya: “Oh begitu... boleh jelaskan dengan lebih spesifik?” Kalimat ini menunjukkan kebesaran hati kita dalam menerima kritik.
- Pada akhirnya, beri ucapan simpati pada si pengritik. Soalnya, nih, memberi kritik, tuh, bukanlah pekerjaan mudah. Ucapan berikut dijamin membuatnya lega. “Saya tahu, kok, memberi kritik sama beratnya dengan menerimanya. Saya sangat menghargainya.”
- Beri waktu ke diri sendiri untuk mencerna kritik yang diterima. Hal ini menentukan kita untuk mengambil langkah selanjutnya: mencuekan kritik tersebut, menerimanya tanpa melakukan apa-apa, atau bertindak berdasarkan masukan mereka.
- Jika masih belum yakin apakah kritik mengenai kita benar, jangan ragu meminta pendapat orang ketiga. Setelahnya, ambil keputusan!
Minim kesalahan
Menerima kritik adalah pertanda kalau kita mau mengakui kekurangan dan berusaha untuk memperbaikinya. Jadi untuk masa depan, pastinya kita ingin segala sesuatunya berjalan sempurna, dong. No more (the same) mistake!
Wawasan bertambah
Orang terdekat seperti bos, pacar maupun sahabat memberi kritik untuk kebaikan kita. Jangan heran jika mereka sering memberi masukan berdasarkan pengalaman. Hasilnya, ilmu dan pengetahuan kita juga bertambah, deh.
Mental terasah
Sadar nggak, sih, makin sering kita mendapat kritik, mental kita juga jadi makin kuat? Kita pun nggak mudah down jika mendapat kritik saat menjajal hal baru. Yang nggak kalah pentingnya, kita bertambah bijak dalam mengatasinya! (f)
Topic
#kritik


