Anne kecil sudah dekat dengan dunia fashion dan wanita. Ibunya yang seorang penjahit dan membuka usaha salon membuat Anne juga tertarik menekuni dunia mode. Dia seringkali membuat kostum untuk vocal group dan grup tari di sekolahnya, sampai berbagai acara hiburan remaja di Solo.
Anne memulai usaha merancang busana secara serius di tahun 1989. Dengan modal 2 buah mesin jahit dan sebuah rumah kontrakan, dia memberi nama usahanya ini Griya Busana Permatasari. Pada awalnya, Anne hanya membuat kostum penari dan gaun-gaun malam dengan ciri khas taburan payet yang mewah.
Setelah itu, Anne mulai menekuni batik, dan mencoba untuk membuat kebaya—tanpa melihat tren—pada tahun 1998. Siapa sangka, desain Anne ternyata justru disukai dan akhirnya dilirik pasar. Di tangan Anne, kebaya yang sering dianggap konvensional dirombak menjadi adibusana dengan siluet desain yang fresh dan ‘mendobrak’ pakem yang ada—tanpa meninggalkan akar budaya bangsa. Bahkan, saat ini banyak desain kebaya yang terinspirasi dari kebaya rancangan Anne.
Kebaya Anne memberikan hasil luar biasa. Saat ini Anne telah memiliki beberapa butik di pusat perbelanjaan besar, juga sebuah toko yang menjual produk seni dalam negeri hasil karya usaha kecil menengah (UKM). Karya Anne pun kerap terlihat di panggung mode besar di Indonesia. Nggak hanya itu, Anne pun ikut mengenalkan kebaya ke mancanegara dengan mendesain beberapa kebaya untuk beberapa Miss Universe.
Selain kecintaannya terhadap kebaya, Anne juga gemar menulis dan telah menghasilkan sebuah buku, Anne Avantie: Inspirasi, Karya & Cinta. Nggak hanya itu, Anne juga aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan. Dia mendirikan rumah singgah bernama Wisma Kasih Bunda pada tahun 2002, yang melayani operasi anak-anak penderita hydrocephalus, tumor, bibir sumbing, dan cacat fisik lainnya. Anne juga banyak mengadakan workshop keterampilan dan kewirausahaan untuk pelajar, penjahit, hingga ibu rumah tangga—bangga, deh! (NANDA DJOHAN/FOTO:IST)


