Blog
Antara Aku, Dia, dan Drama Korea

12 Apr 2016



Akhir-akhir ini, saya sedikit curiga dengan aktivitas istri saya di malam hari.  Pasalnya, setiap kali saya terbangun tengah malam, ia selalu enggak ada di samping saya. Kalaupun ada, pasti lagi duduk di tepi tempat tidur, menyandar ke tembok, sambil memegang Tab dengan earphone terpasang di telinga. Pernah suatu kali, saat azan subuh terdengar, dia masih asyik dengan tab-nya.

Awalnya saya tak terlalu menghiraukan itu. Tapi, kok, lama-lama jadi terganggu. Bukan apa-apa, meski istri tak lagi berstatus sebagai karyawan, toh, saya masih butuh dia untuk bangun pagi. Untuk menyiapkan sarapan sebelum saya berangkat kerja. Dan, ia juga masih punya tugas mengantar Rashel, anak kami, ke sekolah. Kalau tidurnya aja selarut itu, bagaimana dia bisa bangun pagi?

“Kamu ngapain, sih, malam-malam masih aja main tab, Mam?” tegur saya suatu kali.

“Cuma streaming film, kok,” jawabnya kalem. Apakah saya langsung percaya? Enggak! Masa, iya, nonton film aja sampai subuh.

Sebagai suami, kayanya wajar, ya, kalau saya pun mulai curiga dengan kelakukan aneh istri saya tersebut. Ada teori psikologi yang pernah saya dengar dari acara infotainment, mengatakan: selingkuh dimulai dari pertemuan kembali dengan teman lama di Facebook. Berawal dari sekadar saling sapa, tanya kabar, tukeran nomor WhatsApp, terus chatting basa-basi nanya kabar anak, kemudian bertanya kabar pasangan, lalu berlanjut saling nanya, pasangan  udah tidur belum,  janjian ketemuan, dan terjadilah.

Tapi saya percaya istri saya jauh dari tipe seperti itu.

Tak kuat menahan penasaran, saya mengintip tab miliknya suatu kali. Kalau dia streaming film, berarti yang ia buka adalah Youtube. Saya perhatikan daftar latest watch. Yang ada cuma urutan episode Upin Ipin, tontotan favorit anak kami. Lagipula, enggak mungkin juga rasanya istri saya begadang semalaman demi nonton Upin Ipin.

Saya buka kanal browser dan….menemukan sesuatu yang selama ini tak pernah saya bayangkan. Oh…My…GOD! Saya menemukan saluran streaming drama Korea yang berjudul Descendants of The Sun!

Istri saya nonton drama Korea?!!! Ya, Tuhan…sebelumnya ia kecanduan drama Turki dan sekarang Korea yang bahkan nama-nama pemerannya saja sulit untuk diucapkan.

“Sejak kapan kamu suka drama Korea?” tegur saya.

“Sejak dikenalin sama teman-teman,” katanya. “Seru, kok, cowoknya lucu-lucu.” *sigh

Sebagai wartawan, saya pernah menulis fenomena K-Pop, mewawancara seorang anak SMP di sebuah desa di Bogor yang memasang iklan online untuk mencari personil boy band yang baru mau dibentuknya. “Saya membutuhkan orang yang mau bergabung dengan saya membentuk boyband, enggak perlu punya suara bagus, yang penting bisa joged.” Demikian bunyi iklan tersebut. Ketika saya ceritakan itu kepada istri saya, ia dulu pernah bilang “Amit-amit, dah, K-Pop”.

“Pap, aku nonton film Descendants doang,kok, ” kilah istri saya. “Ini, kan, lagi hits!”

Saya gelisah. Karena banyak mendengar cerita dari teman-teman saya kalau demam drama Korea menjangkit lebih cepat dari virus. Awalnya memang cuma streaming filmnya, lalu mulai koleksi DVD atau film bajakannya, kemudian pernak-perniknya, lalu ngebet pengen nonton konsernya. Jangan sampai, deh, mendapati istri saya menyimpan gambar cowok yang putih kulitnya seperti bertahun-tahun enggak kena sinar matahari itu.

Untungnya,  istri saya tak pernah bertahan lama ketika sudah kecanduan pada sesuatu. Jadi, saya yakin saja, jika  Descendants itu akan jadi drama Korea pertama dan terakhir yang ia tonton. Jika ternyata kecanduan, saya sudah wanti-wanti ke dia, jangan pernah menghadirkan obrolan tentang drama Korea menjelang tidur. Atau mengenalkan drama Korea pada putra kami. (f)


Follow me @wikotwit
 
 
 
 


Topic

#BlogEditor

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?