
Pandemi menimbulkan dampak tidak proporsional bagi perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia. Perempuan kehilangan mata pencahariannya karena banyak dari mereka bekerja di sektor dan pekerjaan yang terdampak oleh COVID-19.
Beban perempuan semakin berat karena bertambahnya pekerjaan rumah tangga selama pandemi akibat penutupan sekolah, perubahan pekerjaan, pembatasan pergerakan, dan terbatasnya pelayanan. Terlebih lagi, pandemi ini juga memicu meningkatnya berbagai bentuk kekerasan berbasis gender, termasuk kekerasan online dan kekerasan dalam rumah tangga.
Namun, di balik berbagai tantangan yang ada, perempuan berada di garis depan dalam upaya penanggulangan COVID-19, baik sebagai tenaga kesehatan, penyedia layanan, manajer dalam keluarga, pemimpin komunitas, dan lainnya. Perempuan juga memiliki peran penting dalam komunitasnya dengan turut berpartisipasi menyebarkan berbagai informasi tentang COVID-19 dan cara penyebarannya, serta mengambil peran dalam pencegahan penyebaran COVID-19.
“Melindungi hak-hak perempuan tidak hanya bermanfaat bagi perempuan itu sendiri, tetapi juga bagi keluarga, komunitas, dan negara. Kemen PPPA berkomitmen untuk memastikan hak dan kesejahteraan perempuan dan anak-anak sebagai kelompok rentan tetap terjamin, terutama dalam situasi sulit seperti saat ini. Kami bekerja sama untuk memastikan bahwa kebutuhan perempuan dan anak perempuan masuk dalam respons terhadap COVID-19,” ungkap Ratna Susianawati, Juru Bicara Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dalam siaran pers yang dikirimkan kepada femina, Sabtu (17/10).
Hal senada juga diungkapkan oleh Jamshed Kazi, UN Women Indonesia Representative and Liaison to ASEAN. Menurut Kazi, Pandemi COVID-19 memberikan dampak lebih pada perempuan. Dengan perempuan yang mencakup 70% dari pekerja kesehatan garis depan yang berperan untuk merawat mereka yang terinfeksi COVID-19, semakin penting untuk memastikan agar perspektif, pengalaman, dan kepemimpinan perempuan masuk dalam setiap keputusan terkait respons COVID-19 untuk pemulihan yang lebih baik.
Menekankan pentingnya peran perempuan dalam penanganan COVID-19 serta besarnya dampak yang dialami oleh perempuan di tengah pandemi ini, Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan (UN Women) bersama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dan World Health Organization (WHO) dengan didukung oleh Pemerintah Jepang, meluncurkan Kompetisi Komik dan Ilustrasi untuk menyorot pandemi COVID-19 dari perspektif perempuan dan anak perempuan di Indonesia.
Dengan menggunakan seni sebagai media untuk menyalurkan ekspresi, meningkatkan kesadaran, dan membuka diskusi di masyarakat, kompetisi ini akan menyediakan platform yang unik bagi masyarakat Indonesia untuk menggambarkan bagaimana kehidupan perempuan telah terdampak selama pandemi.
Para peserta juga akan mendapat kesempatan untuk menggambarkan perubahan positif terkait norma gender dan norma sosial untuk mendorong pembagian beban pekerjaan rumah tangga dan kerja perawatan/pengasuhan tak berbayar, atau mengilustrasikan bagaimana perempuan memainkan peran sentral dalam pencegahan penyebaran COVID-19 dan menjaga keluarga serta komunitas mereka tetap aman dan bertahan.
Kompetisi yang berlangsung hingga tanggal 15 November 2020 ini mengajak setiap Warga Negara Indonesia untuk mengirimkan komik atau ilustrasi orisinil yang merefleksikan tema perempuan dan COVID-19.
Kompetisi ini dibagi menjadi dua kategori: Kategori I untuk usia 15-24 tahun dan Kategori II untuk usia 25 tahun dan ke atas.
“Kami mendorong para penggemar seni di Indonesia untuk berpartisipasi dalam kompetisi ini untuk menyampaikan pentingnya respons COVID-19 yang lebih efektif dalam memastikan kebutuhan perempuan dan anak perempuan,” kata Ratna.
Dr. N. Paranietharan, WHO Representative to Indonesia pun mengajak untuk memberikan gambaran tentang peran penting perempuan saat ini di tengah pandemi. “Kompetisi ini merupakan kesempatan yang baik dan kreatif untuk memicu percakapan mengenai perempuan sebagai bagian dari solusi terhadap pandemi ini, merayakan kontribusi besar mereka, dan mengadvokasikan kesetaraan gender,” ucap Paranietharan.
Para pemenang akan dipilih oleh dewan juri. Sepuluh orang finalis dari setiap kategori akan dikompetisikan kembali untuk mendapatkan gelar Pemenang Favorit dan akan dipilih publik melalui media sosial. Para pemenang akan diumumkan pada bulan Desember 2020 dalam sebuah upacara penghargaan virtual.
Informasi lebih lanjut mengenai kompetisi ini dan cara mengikutinya dapat ditemukan di: http://unwo.men/wczE50BU8G6. (f)
Baca Juga:
BPS : Wanita Lebih Patuh Protokol Kesehatan Dibanding Pria
Jutaan Kehamilan Tidak Direncanakan Diperkirakan Terjadi Pada Masa Pandemi
Terpilih Sebagai Presiden Dewan Keamanan PBB, Indonesia Ingin Fokus Pada Perdamaian Wanita
Faunda Liswijayanti
Topic
#covid19, #corona, #kompetisi




