BizNews
TOSS TBC Virtual Run, Dorong Peran Aktif Masyarakat Cegah dan Tanggulangi TBC

18 Aug 2020


Foto: Shutterstock
 

Berdasarkan data Global TB Report 2019, sebanyak 11 orang di Indonesia meninggal setiap 1 jam akibat tuberkulosis (TBC).  Tak hanya itu, Indonesia memiliki beban TBC dan Tuberkulosis Resistan Obat (TBC RO) tertinggi ketiga di dunia.
 
TBC RO merupakan tuberkulosis yang disebabkan bakteri yang kebal terhadap isoniazid dan rifampisin, dua obat lini pertama yang paling efektif terhadap TBC. Penemuan kasus dan pengobatan secara tepat penting ditingkatkan guna menanggulangi kemunculan dan penularan penyakit TBC dan TBC RO.
 
 Hadirnya pandemi COVID-19 menjadi tantangan baru dalam upaya eliminasi TBC di Indonesia tahun 2030. Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia, bertekad supaya penanganan TBC bisa dilakukan seperti COVID-19, dengan berfokus pada pencegahan dan pelacakan yang agresif untuk menemukan penderita TBC yang belum teridentifikasi dan belum terlaporkan. Hal ini mengingat pembangunan sumber daya manusia merupakan salah satu fokus kerja pemerintah dalam lima tahun ke depan.
 
Demi mewujudkan Indonesia bebas TBC, ditargetkan TBC akan tereliminasi pada tahun 2030 dengan fokus kepada pencegahan penularan. Guna mencapai target tersebut, pemerintah memiliki program Temukan Tuberkulosis Obati Sampai Sembuh (TOSS TBC).
 
“Melalui program TOSS TBC, masyarakat termasuk dunia industri, dapat berperan besar lewat partisipasi aktif dalam mendukung pencegahan penularan penyakit, penemuan kasus, dan pendampingan pengobatan bagi pasien TBC,” ujar dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kementerian Kesehatan RI.
 
Akan tetapi kesadaran masyarakat masih relatif rendah, termasuk dalam hal pentingnya pengobatan sebagai kontrol penularan dan pencegahan TBC RO. Menyadari hal tersebut, Kementerian Kesehatan RI didukung penuh oleh PT Johnson & Johnson Indonesia menyelenggarakan TOSS TBC Virtual Run, kampanye sosialisasi TBC yang melibatkan peran serta masyarakat usia produktif.
 
Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan sosialisasi publik Ayo TOSS TBC (Temukan Tuberkulosis Obati TBC Sampai Sembuh). Ayo TOSS TBC mengajak masyarakat berperan aktif dukung pencegahan serta penanggulangan penyakit TBC dan TBC RO di Indonesia, salah satunya dengan berolahraga.
 
“Sebagai salah satu perusahaan perawatan kesehatan global, TBC juga merupakan salah satu fokus utama kami dalam hal perbaikan kesehatan masyarakat dan kami sadar bahwa industri juga memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung upaya pemerintah dalam mengakhiri TBC di Indonesia,” ujar Devy Yheanne, Country Leader of Communication and Public Affairs, PT Johnson & Johnson Indonesia.
 
TOSS TBC Virtual Run diadakan dengan menggunakan aplikasi lari sehingga aman diikuti semasa pandemi COVID-19. Jarak tempuh lari mencapai 13,8 km. Jarak tersebut ditetapkan mengingat tahun ini merupakan peringatan hari TBC sedunia ke-138.
 
TOSS TBC Virtual Run terbuka untuk masyarakat Indonesia yang berusia minimal 17 tahun. Sementara itu, periode lari dimulai pada 17 Agustus hingga 31 Agustus 2020.

Seluruh biaya kepesertaan kegiatan akan didonasikan pada Perhimpunan Organisasi Pasien TBC (POP TB) demi mendukung aksi nyata penanggulangan TBC di Indonesia.
 
“Tujuan akhir dari gerakan sosialisasi ini adalah agar seluruh masyarakat Indonesia bisa bebas dari penyakit TBC pada tahun 2030. Dengan berolah raga secara rutin, kita sudah berupaya untuk menurunkan risiko TBC dan mendukung Indonesia bebas TBC,” pungkas dr. Wiendra.(f)
 
 
BACA JUGA:
 
Jangan Remehkan Penyakit Tuberculosis, Apa Perbedaannya Dengan COVID-19?
Strategi Penyandang Diabetes Cegah Risiko Perparahan COVID-19
Menjaga Imunitas Dari Perut
 
 

 


Topic

#TBC, #TBCRO, #KemenkesRI, #JohnsonJohnson, #TOSSTBCVirtualRun, #TOSSTBC

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?