
Foto: Shutterstock
Aktivitas pada bulan Ramadan terbukti jadi katalis yang mendongkrak gairah ekonomi. Bagaimana tidak, spirit bulan suci mendorong umat muslim untuk saling berbagi dengan sesama. Kegiatan berbelanja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari juga tidak luput dari rutinitas khas Ramadan.
Momen Ramadan memang selalu ditanggapi masyarakat dengan spesial. Setelah melewati dua tahun masa pandemi, tahun ini masyarakat dinilai lebih adaptif dalam melewati pandemi. Hal ini juga turut memengaruhi pola konsumsi masyarakat di bulan Suci. Lantas bagaimana prediksi perubahan perilaku konsumen di Ramadan tahun ini?
1/ Sepanjang bulan suci, konsumen lebih memikirkan keluarga
Bagi mereka yang tinggal jauh di perantauan, terdapat kebiasaan berbelanja untuk sanak saudara di kampung halaman. Kesempatan untuk pulang ke kampung halaman juga jadi momen yang amat ditunggu. Apalagi di tahun ini, dengan angka positivity rate COVID-19 yang terus berkurang, banyak orang yang bersiap untuk mudik Lebaran. Bahkan prediksinya akan ada mudik besar-besaran.
2/ Ibadah jadi prioritas
Termasuk juga soal beramal. Oleh karena itu kampanye yang mengusung ajakan kebaikan akan lebih mengena.
3/ Konsumsi konten online meningkat
Waktu berbuka dapat dihabiskan dengan banyak hal. Selain beribadah, ternyata mengakses media sosial dan menonton video lewat layar gadget juga jadi kegiatan favorit banyak orang.
4/ Lebih rajin mencari promo
Promo bulan Ramadan bahkan terbukti lebih banyak dicari dibandingkan saat Harbolnas. Ini membuktikan kuatnya perputaran ekonomi selama bulan suci.

Foto: Dok. Tokopedia
Tentunya bagi pemilik bisnis, momen Ramadan dan Lebaran sayang untuk dilewatkan begitu saja. Lalu, bagaimana memanfaatkan momen ini untuk meningkatkan penjualan? Berikut beberapa cara tepat untuk merespon perubahan yang cukup signifikan sekaligus memanfaatkan momentum untuk dongkrak penjualan.
1/ Tingkatkan online presence.
2/ Permudah konsumen untuk mencari barang Anda dengan keyword yang relatable.
3/ Manfaatkan kampanye bertema Ramadan.
4/ Memasarkan produk lewat marketplace bisa menjadi opsi yang tepat.
5/ Siapkan modal yang memadai agar stok barang tetap terjaga.
Tokopedia juga punya cara bantu bisnis Anda beradaptasi dengan perubahan perilaku pelanggan lewat fitur-fitur dan tips bermanfaat, seperti:
1/ Kategori Makanan dan Minuman, Kecantikan, Fesyen, Perawatan Diri, Ibu dan Anak serta Fesyen Anak adalah beberapa kategori dengan peningkatan transaksi paling tinggi. Kategori tersebut dapat menjadi peluang ide bisnis yang bisa dicoba. Khusus untuk kategori makanan, jangan lupa untuk mengaktifkan opsi pengiriman khusus makanan.
2/ Cari tau kata kunci yang tepat lewat ‘Wawasan Pasar’.
3/ Gunakan layanan ‘Dilayani Tokopedia’ agar pengiriman aman, nyaman dan dapat menjangkau lebih banyak pembeli di seluruh Indonesia.
4/ Fasilitas pinjaman modal lewat fitur ‘Modal Toko’ untuk pemilik usaha yang butuh tambahan suntikan modal untuk operasional atau promo.
5/ Tambah wawasan berbisnis online di Tokopedia dengan mengeksplorasi materi edukasi di ‘Pusat Edukasi Seller’. (f)
Baca Juga:
Strategi Tepat Memaksimalkan Toko Online
4 Cara Milenial Memulai Bisnis Dengan Modal Rp1 Juta
Jurus Mengunci Hati Konsumen
2/ Cari tau kata kunci yang tepat lewat ‘Wawasan Pasar’.
3/ Gunakan layanan ‘Dilayani Tokopedia’ agar pengiriman aman, nyaman dan dapat menjangkau lebih banyak pembeli di seluruh Indonesia.
4/ Fasilitas pinjaman modal lewat fitur ‘Modal Toko’ untuk pemilik usaha yang butuh tambahan suntikan modal untuk operasional atau promo.
5/ Tambah wawasan berbisnis online di Tokopedia dengan mengeksplorasi materi edukasi di ‘Pusat Edukasi Seller’. (f)
Baca Juga:
Strategi Tepat Memaksimalkan Toko Online
4 Cara Milenial Memulai Bisnis Dengan Modal Rp1 Juta
Jurus Mengunci Hati Konsumen
Syifa Mutiara Putri
Topic
#tokoonline, #tokopedia, #ramadan, #ecommerce, #ukm, #wanwir, #wanitawirausaha




