
Foto: Pixabay
Sejak pandemi COVID-19 melanda dunia tahun 2020 lalu, kondisi menuntut kita untuk dapat bertahan dan pantang menyerah. Fleksibel mengikuti perubahan yang ada, dan yang tak kalah penting berusaha untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh dengan berbagai cara.
World Health Organization (WHO) mengeluarkan pedoman berolahraga bagi orang dewasa, yakni melakukan aktivitas fisik selama 2,5 jam per minggu atau 30 menit setiap hari, untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit.
Pantang menyerah menjalani perubahan yang terjadi dalam kehidupan, dilakoni oleh M. Fadli, mantan atlet balap motor berprestasi ini harus menggantung impiannya karena mengalami kecelakaan saat berlomba. Namun, semangatnya tak luntur untuk melanjutkan hidup dan terus berprestasi.
Dalam acara webinar bersama Allianz Indonesia berjudul “Bersama Menguatkan Diri: Pantang Menyerah, Kini dan Nanti” yang merupakan bentuk kepedulian Allianz Indonesia mengajak masyarakat untuk berolahraga dan hidup sehat, Fadli bercerita tentang titik terendah kehidupannya ketika kakinya harus diamputasi, namun ia sadar untuk tidak mudah menyerah.
“Berkat dukungan orang-orang terdekat, saya mulai mencari kesempatan yang bisa dilakukan meski dengan kaki palsu. Ternyata jalan saya terbuka lebar, saya dapat bangkit dengan melakukan hal baru menjadi atlet paracycling dan pada akhirnya berhasil mendapatkan 1 tiket menuju Paralimpiade Tokyo tahun 2021 ini,” cerita Fadli.
Jika M.Fadli sedang berjuang meraih impiannya menjadi juara dunia paracycling, Yasha Chatab justru pernah berjuang melawan penyakitnya. Sebagai penggemar olahraga dan juga salah satu penggagas komunitas lari terbesar di Indonesia, Yasha cukup terkejut ketika divonis COVID-19.
“Orang-orang yang kenal saya pasti tahu seberapa cinta-nya saya dengan olahraga, karena olahraga merupaka upaya saya untuk jaga kesehatan. Ketika terdiagnosa COVID-19 dengan gejala cukup berat dan harus dirawat di rumah sakit, rasanya sulit untuk dipercaya, ternyata orang sehat juga tetap bisa sakit," ungkap Yasha.
Pengalaman menjalani perawatan COVID-19 di rumah sakit, menyadarkan Yasha Bahwa bugar untuk kesehatan saja tidak cukup, tetap perlu proteksi. “Beruntung saya mempercayakan perlindungan asuransi kesehatan saya kepada Allianz, sehingga biaya penanganan medis saat terkena COVID-19 sebesar Rp232 juta dapat ditanggung, dan saya pada saat itu bisa fokus dengan proses pengobatan/penyembuhan tanpa rasa khawatir,” tambah Yasha.
Untuk membantu masyarakat mendapat perlindungan asuransi dengan mudah, saat ini Allianz Indonesia tidak memberlakukan masa tunggu 30 hari untuk klaim penyakit COVID-19 bagi nasabah baru Allianz yang memerlukan perawatan sejak polis/rider asuransi kesehatannya diterbitkan.
Terhitung sejak 16 Januari 2021 sampai dengan 31 Maret 2021, perlindungan asuransi Allianz juga memberikan kemudahan pembiayaan COVID-19 lain seperti pembiayaan pengobatan pada saat isolasi mandiri karena COVID-19 jika dirawat di fasilitas non rumah sakit atau di hotel rujukan pemerintah (tidak termasuk biaya kamar dan akomodasi), pembiayaan pengobatan apabila isolasi mandiri di rumah karena COVID-19 yang dibutuhkan secara medis (sesuai ketentuan polis yang berlaku), serta fasilitas penukaran Allianz Smart Point dengan berbagai manfaat terkait COVID-19, seperti pembelian obat dan vitamin.
Tersedia juga akses gratis layanan tanya dokter online di aplikasi Halodoc untuk digunakan Nasabah dan dapat diakses via chat, telepon atau video call di mana pun dan kapan pun. Akses gratis layanan tanya dokter online ini dapat juga dimanfaatkan oleh nasabah untuk hal-hal terkait medis lainnya dan tidak hanya terbatas untuk kasus COVID-19 atau saat isolasi mandiri saja. Selain itu, nasabah juga dapat membuat reservasi untuk melakukan pemeriksaan swab PCR COVID-19 di fasilitas medis (rumah sakit atau klinik) yang dikehendaki di aplikasi Halodoc.
“Allianz senantiasa menyesuaikan layanan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat saat ini, khususnya pada saat pandemi. Kami memperluas proteksi asuransi untuk menanggung biaya yang dikeluarkan selama perawatan di lokasi yang ditunjuk pemerintah maupun isolasi mandiri, agar lebih tepat sasaran dalam melindungi nasabah kami. Tentunya, seluruh limit tetap mengacu pada polis asuransi sesuai produk yang dimiliki masing-masing Nasabah. Inilah salah bukti nyata bahwa Allianz akan selalu mendampingi, kini dan nanti,” kata Karin Zulkarnaen, Chief Marketing Officer, Allianz Life Indonesia dalam kesempatan yang sama. (f)
Baca Juga:
5 Hobi Populer di Masa Pandemi yang Diprediksi Tetap Jadi Tren di Tahun 2021
Perkuat Online Marketing Agar Bisnis Berjalan dan Berkembang
Ukur Kinerja Iklan untuk Dapatkan Hasil yang Diinginkan
Faunda Liswijayanti
Topic
#asuransi, #kesehatan




