BizNews
Penghargaan KPPPA untuk Media Ramah Anak

14 Dec 2018

Menutup tahun 2018, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) memberikan penganugerahan Piala Merak (Media Ramah Anak) 2018 sebagai bentuk  apresiasi KPPPA kepada media yang telah berpartisipasi dan berkontribusi dalam upaya sosialisasi dan edukasi pemenuhan hak anak.

Mengusung tema ‘Potret Indonesia, Kesadaran Keluarga Penuhi Hak Anak’, para juri lomba yang terdiri dari Lenny N. Rosalin (Deputi Tumbuh Kembang Anak KPPPA), Arbain Rambey (fotografer senior), Irwan Rinaldy (Penulis buku dan Pengamat parenting), Masmimar Mangiang (Dosen) dan Melly Latifah (Dosen) memilih 9 karya jurnalis tulis dan foto, serta tiga media ramah anak.

Menteri PPPA, Yohana Yembise mengungkapkan bahwa upaya pemenuhan hak anak perlu dilakukan bersama-sama. “Hak anak yang terpenuhi secara optimal akan mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Saya berharap media menjadikan kepentingan terbaik anak sebagai jantung kerja jurnalistik dalam mempublikasikan berita,” ujar Yohana.

Acara Penganugerahan Piala Merak 2018 ini diisi dengan sesi diskusi yang mengangkat tema Perspektif Pemenuhan Hak dan Perlindungan Khusus Anak dalam Kerja Jurnalistik, dengan narasumber: Lenny N. Rosalin, Agus Sudibyo (Dewan Pers), Antarini Arna (Co-founder Yayasan Pemantau Hak Anak), Fairuz Illoet (Founder Komunitas Ibu Cerdas), dan Ali Nuryasin (Redaktur Pelaksana Koran Tempo). Acara ini juga dimoderatori oleh Antropolog, Semiarto Aji.

“Lewat acara ini, saya berharap media akan selalu bergerak untuk menyuarakan pemenuhan hak anak. Juga menjadi inspirasi bagi masyarakat khususnya keluarga untuk selalu memenuhi hak-hak anak,” jelas Lenny.

Selain diskusi, sejumlah tokoh dan wartawan turut membacakan narasi cerita inspiratif tentang anak diantaranya dari tokoh anak, Kak Seto hingga selebritas, Mona Ratuliu, yang membuat tamu yang hadir tergugah.

KPPPA juga memberikan penghargaan kepada Wartawan Menginspirasi yang peduli terhadap isu pemenuhan hak anak. Mereka adalah Haryo Wirawan dari BBC Indonesia yang menjadi relawan pengajar untuk anak-anak memperkenalkan profesi wartawan, Diah Kusumawardani Wijayanti dari Antara, founder sekolah tari tradisional gratis untuk anak-anak yang kini telah memiliki 10 sekolah tersebar di berbagai kota, dan Bahana Patria Gupta (Kompas), founder sekolah dongeng untuk anak-anak. (f)

Baca Juga: 

Menghitung Kerugian Ekonomi Indonesia Akibat Perkawinan Anak
Tayangan Iklan di Televisi Menyebabkan Malnutrisi pada Anak?

Ternyata Kekerasan pada Anak Berefek Terhadap Daya Tahan dan Produktivitas Mereka di Masa Depan






 
 

Faunda Liswijayanti


Topic

#anak, #media, #mediaramahanak, #kpppa

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?