Kelompok wanita tani bekerja di sawah (kiri); Desa Mulur di Sukoharjo memiliki potensi wisata alam yang besar. Foto: IG @visitmulur, Dok. Tim II KKN UNDIP
Dalam era Revolusi Industri 4.0, digitalisasi telah menjadi kunci utama dalam pengembangan berbagai sektor, termasuk pariwisata.
Menyadari pentingnya hal tersebut, Tim II KKN Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan berbagai program kerja di Desa Mulur, Sukoharjo, Jawa Tengah. Salah satu bentuknya adalah pengelolaan media sosial, khususnya Instagram, untuk mempromosikan Mulur lewat akun @visitmulur sebagai Desa Wisata.
Desa Mulur memiliki kekayaan alam yang indah, dan asal-usul yang berkaitan dengan perjuangan Pangeran Diponegoro dan para pendukungnya dalam melawan Belanda.
Mengenalkan pariwisata Desa Mulur agar lebih dikenal masyarakat menjadi prioritas dalam program kerja Tim II KKN UNDIP. Kuliah Kerja Nyata ini terdiri atas mahasiswa UNDIP semester 7 dari berbagai program studi yang melaksanakan KKN ini selama 40 hari.
Syifauz Zakiyya Putri atau Syifa, mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNDIP yang juga anggota Tim II KKN UNDIP, menjelaskan bahwa pengelolaan media sosial bisa memberikan dampak positif untuk keberlanjutan desa wisata. "Dengan mengikuti perkembangan zaman, pengenalan kearifan lokal dapat lebih mudah dan dapat menjangkau audiens lebih banyak," ujar Syifa.
Selain itu, kegiatan ini melibatkan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan masyarakat setempat yang dilatih dan didampingi untuk memastikan keberlanjutan pengelolaan akun Instagram setelah program KKN berakhir. Pelatihan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari cara mengelola konten, memanfaatkan fitur-fitur di Instagram, hingga strategi pemasaran digital yang efektif.
Syifauz Zakiyya Putri bersama Kepala Desa Mulur, Sugeng Riyadi SH (kiri); Tim II KKN UNDIP bersama Bumdes yang akan melanjutkan program promosi pariwisata ini. Foto: Dok. Tim II KKN UNDIP
Tujuan utama dari pelatihan ini adalah agar masyarakat setempat mampu melanjutkan dan mengembangkan pengelolaan media sosial secara mandiri, sehingga promosi pariwisata Desa Mulur pun menerapkan proses keberlanjutan yang berjalan dengan baik.
Dalam jangka panjang, diharapkan melalui program ini, Desa Mulur tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai contoh desa yang berhasil memanfaatkan teknologi digital untuk memajukan pariwisatanya.
Syifa menambahkan, "Kami berharap desa ini bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di seluruh Indonesia dalam menghadapi era digitalisasi, sehingga lebih banyak desa yang mampu mengoptimalkan potensi mereka melalui teknologi." (f)
Baca juga:
Chanel Bakal Datang ke Hong Kong Fashion Design Week 2024
Kolaborasi Universitas Kristen Indonesia untuk Mendukung Pusat Kecerdasan Buatan Berbasis Universitas
Siapa Mau Jadi Bintang Musik Baru Lewat TikTok LIVE?
Topic
#beritakampus


