BizNews
JAFF Market 2025 Siap Dukung Sinema Indonesia Mendunia

30 May 2025

JAFF Market 2025 siap membawa sinema Indonesia makin mendunia. Foto: Dok. JAFF


Sinema Indonesia terus mencari jalan agar bisa makin mendunia, seperti melalui Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF), satu dari sedikit festival film internasional yang ada di Tanah Air.

Sejak tahun lalu, JAFF menggelar JAFF Market, yang menjadi ajang para sineas Indonesia dan pelaku di industri sinema Indonesia untuk memperluas jejaring bisnis mereka.

JAFF Market menjadi jembatan strategis dari kreator, produser, investor, dan mitra strategis di dunia perfilman. Pada edisi pertama tahun lalu, JAFF Market sukses menghubungkan 6.700 peserta dari 19 negara, 151 booth, dan 63 kesepakatan bisnis senilai Rp36 miliar. 

Keberhasilan edisi pertama membuat edisi kedua JAFF Market pun siap digelar pada 29 November-1 Desember 2025 di Jogja Expo Center (JEC). 

"Platform ini bukan hanya mempertemukan pelaku industri, tetapi juga membangun fondasi kolaborasi lintas sektor yang sangat dibutuhkan untuk menjadikan film Indonesia sebagai kekuatan budaya, sekaligus sumber ekonomi di kawasannya," ujar Giring Ganesha, Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, pada sambutannya di acara pengumuman ini.

"JAFF Market lahir dari semangat JAFF untuk mendukung sinema independen Asia, kini dikembangkan sebagai ruang yang merespons langsung kebutuhan industri film hari ini," Ifa Isfansyah, Festival Director JAFF, menambahkan.

Pada tahun ini, JAFF Market kembali dengan enam program unggulan:
1/ JAFF Future Project (inkubasi projek dan pendampingan kreatif)
2/ Content Market (presentasi IP dan business matchmaking)
3/ Talent Day (mentorship talenta baru dan networking)
4/ Film & Market Conference (forum diskusi industri dan dialog kebijakan)
5/ Market Screening (pemutaran privat untuk audiens, buyer dan distributor)
6/ Film Lab (workshop khusus dan pengembangan projek)

JAFF Market 2024 berhasil  membawa karya sineas Tanah Air menembus panggung global, seperti film Pangku karya Reza Rahadian yang tampil di Marché du Film Cannes 2025 melalui program HAF Goes to Cannes.

Ada pula tiga IP (intelectual property) Indonesia yang menarik hati audiens luar negri melalui Forum Pitching IP Cannes, yakni Bandits of Batavia, Jitu dan Locust.

Dengan berkembangnya minat pada perfilman Tanah Air, dibuktikan dengan jumlah penonton bioskop film Indonesia mencapai 35 juta orang, JAFF Market ikut berperan penting dalam membantu para pelaku industrinya: Membuka ruang B2B domestik, memperluas jejaring internasional.

"Fokus kami tetap: Menjembatani konten Indonesia dengan peluang nyata, baik lokal maupun internasional," ujar Ifa. (f)

Baca juga:
Sudah Siap ke Dubai Bareng Wooga Squad
Melangkah ke UMARAJA, Ruang VIP Terbaru Lumpang Emas Signature
Jadi Toko Serba Manis Legendaris, Huize van Welly Rilis Buku 100 Years of Excellence

 

Ghina Athaya


Topic

#feminaindonesia, #jaffmarket2025

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?