Bincang-bincang bersama para pendukung I Love Indonesia 2026; instalasi The Sacred Horse of Sumba di Main Corridor Level 1. Foto: Dok. Plaza Indonesia
Situasi negeri ini memang sedang tidak baik-baik saja, namun semangat merayakan ulang tahun Hari Kemerdekaan RI harus tetap menyala.
Di Plaza Indonesia, Jakarta, I Love Indonesia 2026 digelar sebagai kampanye tahunan yang merayakan kekayaan budaya Indonesia melalui kolaborasi bersama pelaku industri kreatif, yang terdiri atas desainer, komunitas budaya, musisi, serta brand dan UMKM lokal.
Mengusung semangat bahwa budaya Indonesia akan terus hidup ketika mampu berkembang dan tetap relevan dengan kehidupan masa kini, I Love Indonesia 2026 menghadirkan rangkaian program yang mempertemukan warisan budaya dengan kreativitas, inovasi, dan kolaborasi.
Ada empat inisiatif utama digelar pada I Love Indonesia 2026, yaitu PI Neighborhood Icons Market, serial dokumenter Reinventing Tenun: Journey to Algorithm, Snada Indonesia 2026, dan ekshibisi The Sacred Horse of Sumba.
Melalui keempat inisiatif ini, Plaza Indonesia menghadirkan berbagai cara untuk mengapresiasi budaya Indonesia, mulai dari mendukung karya lokal, mengeksplorasi wastra Nusantara, merayakan musik Indonesia, hingga menghadirkan pengalaman budaya menyeluruh.
“Keempat program yang kami hadirkan tahun ini merupakan wujud komitmen Plaza Indonesia untuk terus mendukung ekosistem kreatif Indonesia melalui berbagai kolaborasi yang bermakna,” ujar Zamri Mamat, Chief Marketing Officer Plaza Indonesia, saat peluncuran I Love Indonesia 2026 pada 5 Agustus silam.
PI Neighborhood Icons Market (10-23 Agustus 2026) adalah bazar di Warehouse Plaza Indonesia yang memperkenalkan karya berbagai UMKM dan jenama lokal terpilihkepada audiens yang lebih luas sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Indonesia.
Tahun ini, PI Neighborhood Icons Market dimeriahkan oleh Carpenter'’s Bakehouse, Esteboo, Excelso, Marc & Mich Bakery, Oschusan, The Pandan Club, Roti Macan, Smooth, Suasana Kopi, Teazzi, The Matcha Tokyo, serta The Paper Hotel.
Plaza Indonesia juga memperkenalkan Reinventing Tenun: Journey to Algorithm, serial dokumenter enam episode yang mengikuti perjalanan desainer Wilsen Willim dalam mengembangkan koleksi couture pertamanya melalui eksplorasi tenun Nusantara dari Halaban, Jembrana, Bandung, dan Putussibau, dipadukan benang denim upcycled.
“Dokumenter ini jadi cara saya bercerita tentang tenun, serta connecting the dots dari cerita di balik tenun di Indonesia,” kata Wilsen Willim—serial dokumenternya akan tayang perdana di XXI Plaza Indonesia pada 21 Agustus (khusus undangan).
Melengkapi rangkaian I Love Indonesia 2026, Plaza Indonesia bersama Oppal menghadirkan Snada Indonesia 2026, sebuah pertunjukan musik yang merayakan kekayaan budaya Indonesia melalui harmoni melodi dan kolaborasi lintas generasi.
Tahun ini, Snada Indonesia akan mempertemukan musisi-musisi Tanah Air dengan Rumah Orkestra Jogja, komunitas orkestra anak muda Indonesia yang menghadirkan interpretasi segar, elegan, dan penuh energi terhadap karya-karya Nusantara.
Selain itu, perayaan tahun ini semakin meriah dengan hadirnya The Sacred Horse of Sumba, instalasi utama dalam pameran Loom & Legend: Beyond Luxury Amidst the Mundane, hasil kolaborasi Luxina, Cita Tenun Indonesia, dan NUSAE, yang berlangsung pada 5-31 Agustus 2026 di Main Corridor Level 1.
Budaya Nusantara, seperti di Sumba, juga sudah ribuan tahun mengangkat filosofi motif kuda sebagai lambang kehormatan, seperti dipamerkan di The Sacred Horse of Sumba. Foto: Dok. Femina, Dok. Luxina
Mengangkat budaya equestrian atau berkuda Nusantara melalui filosofi motif kuda pada tenun Sumba, instalasi yang juga merayakan 10 tahun Cita Tenun Indonesia itu menghadirkan eksplorasi wastra Nusantara dalam bentuk yang berbeda dari pameran tenun pada umumnya.
Melalui pendekatan kontemporer, pengunjung diajak memahami makna kuda sebagai simbol kehormatan, kemakmuran, dan bagian penting dari kehidupan masyarakat Sumba yang telah diwariskan lintas generasi. (f)
Zornia Harisantoso


