BizNews
Hibah Bagi Rumah Sakit Kanker Dharmais Bantu Pasien Kanker Payudara

19 Oct 2019

 
Foto: pexels

Bertepatan dengan Bulan Peduli Kanker Payudara, Pusat Kanker Nasional  Rumah Sakit Kanker Dharmais di Jakarta telah terpilih untuk menerima bantuan hibah sebagai bagian program internasional untuk membantu program penurunan beban kanker payudara di Indonesia.

Melalui kegiatan Seeding Progress  and Resources for the Cancer Community: Metastatic Breast Cancer Challenge (SPARC MBC Challenge), Pusat Kanker Nasional  Rumah Sakit Kanker Dharmais akan menerima bantuan hingga US$23.000 (lebih dari Rp 325 juta) di samping mendapatkan pelatihan, mentoring dan berbagai kesempatan berharga untuk menghadiri pertemuan-pertemuan penting internasional untuk memperoleh ilmu dan cara penanganan terbaru dan terbaik  dari berbagai oraganisasi di dunia.

Diluncurkan pada tahun 2015 oleh Union for International Cancer Control (UICC) bekerja sama dengan Pfizer, the SPARC MBC Challenge adalah suatu inisiatif pendanaan global yang akan mendukung proyek-proyek di dunia yang bertujuan untuk mengetahui kebutuhan spesifik pasien-pasien kanker payudara yang sudah metastasis (Metastatic Breast Cancer/MBC) terutama dalam upaya mengurangi jumlah wanita yang didiagnosis mengalami kanker payudara stadium lanjut di wilayahnya. Melalui tiga edisi SPARC MBC Challenge yang telah diluncurkan selama ini, secara langsung program ini telah menjangkau lebih dari 14.000 pasien MBC di dunia dan lebih dari 140.000 orang melalui kampanye-kampanye  edukatif. 

"Kami bangga terpilih menjadi satu dari 11 organisasi kanker di dunia yang pada tahun 2019 ini mendapatkan kesempatan untuk bergabung bersama organisasi di dunia mengikuti program SPARC dan bagian dari jejaring dari 50 organisasi di dunia. Ini kesempatan besar bagi kami untuk meningkatkan kemampuan untuk meyakinkan pasien kanker payudara yang sudah bermetastasis diperhatikan secara semestinya. Sebagai Pusat Kanker Nasional yang menjadi suatu center of excellence dalam penanganan kanker yang komprehensif dan berdasarkan multidisiplin, kesempatan ini menjadi berperan aktif memberikan pelayanan kanker terbaik,” ujar Direktur Utama Rumah Sakit Dharmais, Prof. dr. Abdul Kadir, PhD, Sp.THT-KL(K), MARS.

Rasa bangga juga dirasakan UICC yang telah mendukung  karya nyata dari 50 organisasi dari lima benua, sehingga masing-masing oraganisasi dapat meningkatkan kualitas hidup pasien MBC yang mereka tangani. "Di negara berpendapatan rendah hingga menengah, keberadaan pasien kanker payudara sering datang ke sarana kesehatan pada stadium lanjut, sementara kita tahu bahwa deteksi dini adalah cara terbaik untuk mendapatkan hasil terbaik dalam penanganan kanker payudara. Melalui periode baru dalam program the SPARC MBC Challenge, lebih banyak orang akan meningkat kewaspadaannya, meningkat juga keberaniannya untuk mendapatkan pertolongan lebih awal serta diharapkan pasien dapat merasakan dukungan penuh dari sekelilingnya,” ujar  Presiden UICC, HRH Princess Dina Mired dari Yordania. 

Menurut data Globocan 2018, di Indonesia, terdapat  58.256 kasus baru kanker payudara pada tahun 2018. Dari jumlah tersebut 22.692 meninggal tahun lalu karena kanker. Salah satu tantangan utama untuk kanker payudara yang telah bermetastasis adalah kurangnya dukungan dana serta adanya stigma. Pusat Kanker Nasional  Rumah Sakit Kanker Dharmais akan memanfaatkan penghargaan SPARC MBC Challenge ini untuk mengetahui keinginan dan suara hati pasien kanker payudara yang sudah bermetastasis dan keluarganya, yang akan dimanfaatkan sebagai masukan untuk memperbaiki pelayanan kanker di Rumah Sakit Kanker Dharmais. Proyek ini diharapkan dapat menjangkau suara 500 pasien MBC di Jakarta, terutama di Jakarta Barat.

Kanker payudara menjadi salah satu kanker yang paling banyak di dunia dan diperkirakan menjadi penyebab 600.000  kematian di dunia pada tahun 2018. Penyakit ini dapat menyebar dan disebut bermetastasis, artinya penyakit kankernya menyebar ke paru, otak, hati dan tulang dan menjadi penyakit terbanyak dalam kondisi stadium lanjut. Saat ini belum ada obat spesifik untuk kanker payudara yang sudah bermetastasis sehingga tidak ada obat yang menambah lama hidup pasien tetapi rumah sakit dapat membantu meningkatkan kualitas hidup mereka. (f)

Baca Juga:

Stella McCartney Ciptakan Bra PostMastektomi
Tak Hanya Penting Bagi Bayi, Menyusui Juga Baik Untuk Ibu
Berkaca dari Indira Abidin, Kanker Bisa Kembali Setelah Remisi


Topic

#bulanpedulikankerpayudara, #kanker, #kankerpayudara, #breastcancerawarenessmonth

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?