Foto: Shuttterstock
Di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat yang dibarengi oleh pertukaran informasi yang tinggi, pandangan publik terhadap suatu brand bisa bersumber dari mana pun. Karenanya, penting membangun branding yang kuat, agar DNA brand bisa sampai dengan tepat ke konsumen. Apalagi di kondisi physical distancing seperti saat ini, dimana kedekatan konsumen dibangun lewat dunia digital.
Menurut Tuhu Nugraha, Digital Strategy Expert & Trainer branding sangat penting untuk produk ataupun perusahaan karena branding membangun kepercayaan, meningkatkan eksistensi produk dan perusahaan, sekaligus meningkatkan konsumen baru.
Merek dunia seperti Lego dan Coca Cola telah menjadi ikon industri karena kegemaran mereka ‘mendongeng’. Jika hanya mengandalkan produk dan penawaran, sebuah brand hanya akan menjadi sekadar merek ‘pada umumnya’. Ini artinya, brand Anda tidak dapat membedakan dirinya dari yang lain. Padahal, di tengah kerumunan, brand harus menonjol.
Tuhu menambahkan, agar brand stand out, membangun cerita merupakan cara terbaik untuk membedakan diri dari merek lain. Selain itu, dengan membangun cerita yang tepat, Anda bisa terhubung dengan audiensi dan menarik emosi pelanggan ataupun calon pelanggan.
“Kita akan menjadi loyal terhadap suatu brand atau merek tertentu, ketika brand tersebut sudah menjual cerita. Mereka menjual cerita yang membuat kita menjadi emosional. Faktor itulah yang sebenarnya kita beli,” ungkap Tuhu.
Harus diakui bahwa konsumen masa kini membeli produk bukan hanya karena produk tersebut memang benar-benar dibutuhkan atau memiliki kualitas yang sangat baik. Di atas semua itu, konsumen membeli suatu produk berdasarkan rasa suka sehingga terus melakukan transaksi atas produk tersebut.
Faktor emosional ini menjadi penting, karena pada hakikatnya manusia cenderung membuat keputusan berdasarkan perasaan. Cerita yang relevan terhadap keseharian seseorang akan menjadi nilai tersendiri serta memiliki keunikan dalam pemasaran.
Membuat branding suatu produk atau perusahaan bukan hanya tentang cerita yang kita sampaikan kepada market, tapi bagaimana membangun konsistensi yang telah kita janjikan dari awal. Selain itu, nilai-nilai yang patut kita bawa antara lain experience, visual, consistency, dan communication.
Untuk diketahui, storytelling merupakan teknik dalam bercerita tentang kisah, peristiwa, adegan atau dialog. Menyajikan sebuah cerita dengan cara, gaya, intonasi yang dapat menarik minat audience.
Storytelling yang dilakukan brand biasanya diambil berdasarkan sejarah serta visi-misi perusahaan. Bisa dibilang, storytelling mempresentasikan karakter brand lewat cerita. Di dalam dunia digital, storytelling sering dikaitkan dengan konten, bisa berbentuk kata-kata, suara, dan/atau gambar. (f)
Baca Juga:
‘Creative Marketing’ Bantu Dongkrak Penjualan Menjelang Lebaran di Masa COVID19
Jangkau Calon Pelanggan Lebih Luas, Pasang Iklan di Media Sosial
Tip Wirausaha: Tambah Variasi Produk untuk Menyelamatkan ‘Cashflow’ Usaha
Topic
#bisnis, #digitalmarketing, #pemasaran


