
“Secara genetik, wanita Asia memiliki struktur rambut dengan helaian tebal, membulat, dan lurus. Itulah sebabnya rambut wanita Asia seperti Cina dan India banyak digunakan sebagai wig.” Ujar Ren Ito, Head of Research Milbon, saat ditemui di Milbon Central Research Institute, Osaka. Yang paling menarik, rambut orang Asia, lebih cepat tumbuh dibanding Afro-Carribean maupun Kaukasia.
Penelitian yang dilakukan oleh Milbon menunjukkan bahwa kondisi rambut wanita di seluruh dunia memiliki masalah yang sama, yaitu rapuh dengan rongga berbentuk seperti tongkat (stick-shaped void) di dalam inti batang rambut.
Rongga Stick-Shaped Void diperoleh dari hasil penelitian yang dilakukan di area Spring-8, Harima Science Park City, Hyogo, menggunakan alat radiasi sinkroton. Hanya ada 3 negara di dunia yang memiliki fasilitas tersebut yaitu Prancis dan Amerika Serikat. Spring-8 dikenal sebagai pusat penelitian menggunakan nanoteknologi dan bioteknologi.
“Kami mengambil beberapa sampel rambut dari berbagai wanita Asia. Sampel batang rambut tersebut diteliti lebih dalam menggunakan alat yang dapat bertindak seperti CT Scan,” ungkap Ren Ito.
“Hasil penelitian tersebut menunjukkan sumber permasalahan rambut wanita Asia. Kami mengembangkan produk perawatan dan menyuntikan formula khusus di setiap produk kosmetik rambut Milbon agar rambut tetap sehat.” imbuhnya.
Milbon dikenal lebih banyak meneliti rambut hitam wanita Asia. Meskipun cenderung lebih tebal, rambut wanita Asia cenderung lebih mudah rapuh dan rusak dibanding dengan rambut wanita Kaukasia.
Di Jepang, produk perawatan rambut yang telah masuk di Indonesia sejak tahun 2014 ini memiliki 200 rangkaian produk kosmetik, 300 produk perawatan, dan 600 produk pewarnaan rambut. (f)
Topic
#perawatanrambut


