Blending jadi langkah penting dalam mengaplikasikan concealer. Foto ilustrasi: Canva
Menutupi kekurangan di wajah tak perlu dengan foundation tebal. Paling penting adalah mengaplikasikan concealer, yang bisa menyamarkan jerawat, bekas luka, vlek, dan sebagainya.
Memakai concealer pun gak perlu ribet. Simak tip Femina dalam menggunakan concealer untuk hasil (mendekati) sempurna. Coba, yuk!
1/ Pilih concealer sesuai warna kulit
Saat ini warna foundation dan concealer yang tersedia mengikuti undertone kulit kita; Netral, Cool, atau Warm. Tiga undertone ini tak harus sama dengan warna kulit. Bisa saja kulit putih atau terang memiliki undertone Warm.
Cara paling mudah mengetahui undertone kulit adalah dengan memakai busana warna netral seperti hitam. Jika kita terlihat kusam, kemungkinan besar undertone kita Warm. Undertone Netral umumnya tetap terlihat cerah alam busana warna netral apa pun.
Jika sudah menemukan warna yang tempat, pilih concealer dengan warna sedikit lebih terang dari kulit untuk menutupi lingkaran hitam di bawah mata atau noda, dan pilih concealer dengan warna yang hampir sama dengan kulit untuk menyamarkan kemerahan atau bekas jerawat.
2/ Gunakan pelembap
Pastikan kulit kita terhidrasi dengan baik sebelum mengaplikasikan concealer. Gunakan pelembap atau primer sesuai jenis kulit. Pelembap membantu menciptakan permukaan yang halus, mengurangi tekstur kasar, dan membuat concealer lebih mudah menempel serta tahan lama.
Bisa juga semprotkan face mist yang mengandung DNA salmon untuk menyegarkan kulit.
3/ Aplikasikan concealer pada titik-titik fokus
Gunakan aplikator concealer atau ujung jari untuk memakai concealer pada area yang membutuhkan penutupan, seperti di bawah mata, sekitar hidung, atau pada bekas jerawat. Fokus pada area yang ingin disamarkan, lalu tepuk-tepuk perlahan untuk meratakannya.
4/ Baurkan dengan halus
Membaurkan atau blending adalah kunci untuk hasil yang natural. Gunakan spons makeup yang lembap atau kuas berbulu lembut untuk meratakan concealer. Tepuk-tepuk perlahan agar concealer menyatu dengan kulit dan tidak meninggalkan garis-garis. Hindari menggosok atau menggerakkan spons terlalu keras agar hasil bauran lebih halus.
5/ Urutan tergantung kebutuhan
Mana yang lebih dulu, sih, memakai concealer baru foundation, atau sebaliknya? Bahkan makeup artist ternama Tanah Air pun bisa berbeda pendapat soal urutan ini.
Simpelnya, jika sudah concealer sudah dibaurkan dan wajah tinggal diberi bedak, tak perlu memakai foundation, terutama untuk sehari-hari. Apalagi untuk kulit yang muda, jika tak diperlukan, biarkan kulit wajah bernapas lega tanpa harus sedikit-sedikit dipoles foundation.
6/ Sempurnakan dengan bedak
Setelah concealer terbaur sempurna, kunci hasilnya dengan bedak tabur, atau bisa juga setting powder. Gunakan bedak tipis-tipis pada area yang rawan berminyak atau sering bergerak, seperti di bawah mata dan di sekitar hidung, untuk mencegah concealer bergeser atau berkerut.
7/ Semprotkan setting spray atau face mist
Untuk hasil akhir yang lebih segar dan menyatu, semprotkan setting spray setelah selesai makeup. Kita juga bisa menyemprotkan ulang face mist seperti di awal berdandan. Ini membantu mengunci makeup dan memberikan tampilan dewy atau segar tanpa tampak cakey. Cukup semprotkan perlahan pada wajah dan biarkan menyerap.
Siti Laela Malhikmah


