Tren wirausaha live musik memang sedang mewabah di Indonesia. Dalam upaya mendukung pengembangan lebih lanjut dari industri kreatif di seluruh dunia, Young Creative Entrepreneur (YCE) Award 2014 diselenggarakan bagi para wirausaha atau entrepreneur terdepan yang membentuk masa depan di bidang kreatif. Rabu (15/04), British Council pun akhirnya mengumumkan pemenang penghargaan YCE 2014 kategori Live Music di The Goods Diner, SCBD.
Sebagai bagian dari program British Council Arts, YCE Award bertujuan untuk membangun hubungan budaya antara entrepreneur muda dengan usia minimal 18 tahun di seluruh dunia yang berinovasi di industri kreatif dan budaya. Program ini meliputi kesempatan untuk menampilkan karya, kolaborasi, inovasi dan pengembangan profesional.
Entri yang telah diterima lalu dinilai oleh British Council serta panel juri yang merupakan para profesional industri di tanah air, Yoris Sebastian selaku OMG Creative CEO Consulting &pemenang YCE Music Award 2006, Adib Hidayat selaku Editor-in-chief Rolling Stone Indonesia dan Perry Parikesit selaku Head of Marketing and Promotion Universal Music Indonesia. Para finalis dipilih setelah melalui tiga tahap evaluasi dan proses wawancara.
Lima finalis dari YCE Live Music Award 2014 tersebut adalah Dian Maya Puspitasari (Geeksbible.com), Hardinansyah Putra Siji (Chambers Celebes), M. Rizky Sasono (Live at Teater Garasi), Robin Malau (Musikator) dan Satria Ramadhan (SRM Band Management)
Melalui penghargaan ini, pemenang YCE Live Music Award 2014 akan berpartisipasi dalam sebuah tur sektor musik live di Inggris pada tanggal 4-11 Mei 2014. Ini akan menjadi suatu kunjunganyang dirancang untuk pemenang mendapatkan akses unik ke dalam industri musik di Inggris,sebuah batu loncatan untuk menjalin network maupunkolaborasi bisnis di masa depan dan juga kesempatan untuk menghadiri salah satu festival yang penting dalam kalender musik Inggris yaitu The Great Escape – festival musik-musik baru (new music) yang menampilkan artis pendatang baru dari seluruh dunia.
“ Kami memilih yang stand out, dan kalau dikembangkan bisa mempunyai franchise dan brand yang kedepannya bisa sangat potensial. Jenis usahanya juga berbeda-beda dan sangat menarik,” ujar Perry.
Mencari entrepreneur muda Indonesia yang telah menjalankan bisnis kreatif di bidang Live Music, YCE Award menyasar entrepreneur dan profesional kreatif yang melakukan inovasidi bidang industri kreatif dan budaya secara lokal dan berusaha untuk mencapai pasar internasional.
“ Musik adalah gerbang pertama industri kreatif. Setelah mendengarkan presentasi langsung dari mereka, menurut saya industri musik Indonesia masih punya harapan. Karena mereka benar-benar berdedikasi tinggi untuk mendukung musik Indonesia baik yang berbentuk digital, fisik maupun event musik.,” jelas Yoris.
Acara di tutup dengan pengumuman pemenang, yaitu Robin Malau, CEO dan pendiri Musikator, musik aggregator digital yang sejak 2012 mendistribusikan konten digital dari musisi Indonesia independen ke toko-toko musik global. Ia juga telah menunjukkan kemampuan sektor kepemimpinan dengan mendirikan sebuah komunitas online "Musik, Kewirausahaan dan Teknologi" yang memiliki 13.000 anggota. Melalui komunitas ini, ia telah menjadi host dari industry Barcamp style events yang menghubungkan musik dan wirausaha di bidang teknologi.
Woro Hartari Trianti


