Kisah klasik wayang orang yang penuh pakem dan aturan, 'diobrak-abrik' - dalam arti positif tentu saja - oleh Arie Dagienkz dalam lakon Wayang Orang Rock Ekalaya. Ekalaya dan Arjuna yang sejatinya tanding adu panah, diganti dengan adu jamming gitar. Bahasa yang digunakan tidak lagi Bahasa Jawa, melainkan bahasa Indonesia, dengan diselipkan bahasa Inggris dan bahasa gaul. Alunan gamelan tak lagi mendominasi, melainkan dentuman drum, gitar, bass, serta lengkingan sang penyanyi dalam nada-nada tinggi. Menyegarkan! Dipentaskan tanggal 15 Maret 2014, sepertinya WOR Ekalaya ingin memberikan napas baru pada tradisi klasik seni wayang orang. Usaha ini patut diacungi jempol. Tidak hanya kemampuan Arie Dagienkz sebagai sutradara sekaligus narator yang diuji pada pementasan malam itu, para musisi rock yang 'mendadak' harus berakting di atas panggung juga patut diberi penghargaan. Tidak dipungkiri, kepiawaian bermain gitar para tokoh utama yang diperankan oleh Stevie Item 'Andra and The Backbone', Jikun /rif, serta Otong 'Koil', menjadi magnet utama pada pementasan WOR Ekalaya.
Rully Larasati
Foto: DOK IMAGE DYNAMICS


