Health & Diet
Waspada Sleep Apnea

9 Jun 2015

Sleep apnea merupakan gangguan tidur yang berarti henti napas saat tidur. Gerakan napasnya tetap ada, tetapi tidak lancar. Episode henti napas ini disebabkan oleh penyempitan yang terjadi pada saluran napas.

Pada saat tidur, organ-organ di saluran napas melunak sehingga bisa lebih mudah mempersempit jalur napas. Penyempitan yang terjadi ini menyebabkan sumbatan pada saluran napas, sehingga sirkulasi udara tak berjalan dengan baik. Akibat adanya penyempitan ini, pada saat tidur penderita akan mengalami rasa sesak yang mencekik, hingga akhirnya tubuh secara otomatis membangunkan otak.

Penyebab sleep apnea bisa beragam, mulai dari gaya hidup tidak sehat seperti merokok, penumpukan lemak akibat kegemukan, dan bertambahnya usia. Pada wanita, menopause yang mengakibatkan menurunnya estrogen juga bisa jadi penyebab. Wanita hamil juga memiliki potensi lebih besar terserang sleep apnea.

Jika Anda memiliki keluhan mendengkur, memang sebaiknya memeriksakan diri agar bisa segera diketahui apakah Anda menderita sleep apnea atau tidak. Jika ternyata Anda terdeteksi menderita sleep apnea, tak perlu khawatir. Menurut dr. Andreas, penderita sleep apnea bisa disembuhkan.

Untuk mendeteksi apakah seseorang menderita sleep apnea atau tidak, menurut dr. Andreas, tak dapat dilakukan secara kasatmata. Terutama pada wanita yang dengkurannya terjadi kerap kali, sangat harus. Untuk hasil yang maksimal, pasien harus terlebih dahulu menjalani pemeriksaan tidur dengan menggunakan alat polysomnography (PSG) di laboratorium tidur, sekaligus pemeriksaan THT.

Di laboratorium tidur ini fungsi tubuh pasien selama tidur akan direkam, seperti aliran udara, gelombang otak, fungsi pernapasan, jantung, dan posisi tidur. Dari hasil perekaman ini kemudian didapat tingkat henti napas per jamnya, yang disebut apnea hypopnea index (AHI). Jika nilai AHI seseorang >5 kali per jam, ia hanyalah pendengkur tanpa henti napas. AHI  antara 5-15 kali per jam, bisa dikategorikan sleep apnea ringan, sedangkan 15-30 kali per jam dikategorikan sleep apnea sedang. Sementara, AHI lebih dari 30 kali per jam,   bisa dikatakan mengalami sleep apnea berat.

Standar perawatan selanjutnya adalah penggunaan masker hidung yang dihubungkan dengan alat CPAP (Continuous Possitive Airway Pressure). Cara lain adalah penggunaan alat yang dipakai di mulut  tiap kali tidur dan pada kasus yang berat  dilakukan pembedahan, jika memang diperlukan. (f)


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?