Andini (27) berkisah, setelah setahun menjabat posisi asisten manajer keuangan sebuah perusahaan consumer goods, mampu mengerjakan semua tugas dengan tuntas dan memuaskan. "Tapi, tiba-tiba saya dipanggil atasan. Beliau menawari saya posisi baru sebagai manajer divisi accounting. Melihat performa saya, menurutnya, hanya saya yang cocok menggantikan manajer accounting yang resign mendadak. Dilema. Meski masih sama-sama mengurusi uang, saya bukan seorang akuntan. Apalagi dalam waktu dekat perusahaan akan mengadakan audit," keluhnya.
Pernah mengalami dilema ini? Sylvina Savitri dari Experd memiliki solusinya. Menurutnya, kecemasan ini cukup wajar, terutama ketika kita belum mengenal benar bidang karier dan kenyataan di lapangan yang dihadapi. Berhubung atasan baru sudah mengetahui bagaimana sikap dan cara kerja kita, cobalah minta waktu mempelajari bidang pekerjaan tersebut. Selama masa belajar, kita bisa menerapkan prinsip quick-win. Artinya, tetapkan langkah-langkah bertahap untuk lebih mengenali bidang baru yang dipercayakan kepada kita.
Misalnya, di minggu ke-1, tetapkan waktu untuk mendiskusikan apa saja yang menjadi tanggung jawab, indikator keberhasilan, sasaran, dan target kerja. Minggu ke-2, untuk menghadapi audit, kita bisa mengatur jadwal bertemu dengan orang yang menguasai hal ini, dan mempelajari secara cepat sistematikanya. Dengan mencapai target jangka pendek (quick-win), tahapan perjalanan kita mengenali bidang pekerjaan baru akan lebih jelas dan membuat kita percaya diri. (f)


