Health & Diet
Sulitnya Punya Momongan…

16 Apr 2015

Ketika sekian banyak cara sudah dilakukan, gonta-ganti dokter kandungan, hingga beberapa kali  mengalami keguguran, apakah Anda menyerah? Jangan! Sebab, menurut dr. Cepi Teguh Pramayadi, SpOG dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Bunda Jakarta, sulitnya hamil atau mudah keguguran memang dapat disebabkan oleh berbagai faktor di luar faktor fertilitas.    
   
Kurangnya Asam Folat
Keguguran yang terjadi di usia kandungan di bawah 2 bulan, umumnya disebabkan oleh kurangnya asam folat. Kurangnya asam folat dapat terjadi karena diet ketat. Apabila terdeteksi di awal kehamilan,  dokter kandungan biasanya akan merujuk pasien ke ahli gizi untuk diberikan program diet yang benar dengan makan yang mengandung asam folat yang cukup.
   
Selain itu, penyebab lain keguguran adalah infeksi, seperti infeksi herpes, infeksi toksoplasma, dan infeksi rubella. Namun, kondisi ini sangat jarang ditemui, hanya sekitar 5 persen dari semua penyebab keguguran.
   
Bagi yang menderita kekurangan asam folat, dapat mulai mengonsumsi asam folat, 1-2 bulan sebelum program hamil dengan kadar 450 mikrogram per hari. Asam folat bermanfaat untuk membantu memperkuat sel telur. Asupan asam folat yang cukup juga akan menyukseskan kehamilan dan mencegah kecacatan pada bayi.  


Tingginya Antibodi
Tiap wanita yang mengalami kesulitan hamil biasanya akan diperiksa leher rahimnya untuk mengetahui apakah ada benjolan seperti polip atau mioma yang dapat menghambat masuknya sel sperma. Bila bagian luar dinyatakan baik, pemeriksaan lanjutan akan dilakukan dengan cara USG pada rahim. Biasanya, kelainan yang terdapat dalam rahim, yaitu tumor jinak (mioma uteri),  juga dapat menghalangi masuknya sperma atau menghambat tumbuhnya embrio.

Kondisi lain bisa juga terjadi di saluran tuba, baik kiri maupun kanan. Kelainan ini dapat terjadi karena faktor genetis yang dibawa sejak lahir, dapat juga terjadi karena  infeksi atau endosalping. Setelah dari luar dianggap baik-baik saja, pemeriksaan lanjutan akan dilakukan pada indung telur. Di dalam indung telur dapat juga terdapat kista, suatu kelainan berbentuk benjolan berisi cairan. Semua kelainan tersebut  dapat diatasi dengan cara mengonsumsi obat. Agar benar-benar bersih, tindakan operasi akan lebih baik.

Jika pernah sukses hamil lebih dari satu kali, walaupun akhirnya keguguran, menandakan bahwa tidak ada kelainan pada alat kelamin, leher rahim, saluran tuba, dan indung telur. 
Anda tetap bisa melakukan program hamil, walau telah beberapa kali keguguran, karena tidak ada batasan untuk itu. Namun, faktor usia harus dipertimbangkan. Kalau sudah berusia 38 tahun ke atas, perlu memeriksakan kesuburan sel telur. Sebab, seiring bertambahnya usia, kesuburan sel telur juga berkurang.
         
Penyumbatan yang terjadi karena terlalu banyak menjalani kuretase setelah keguguran dapat diatasi dengan melakukan pemasangan spiral berbentuk S. Spiral tersebut akan dipasang selama 3 bulan, bersamaan dengan terapi penurunan antibodi Anda dengan melakukan penyuntikan sel sperma ke dalam tubuh Anda 10-12 kali. Setelah itu, dapat memulai program kehamilan kembali.


Polycystic Ovary (PCO) dan Kekentalan Darah
PCO dapat terjadi karena gaya hidup yang tidak sehat, terlalu banyak mengonsumsi junk food, namun kurang asupan serat dari sayuran dan buah, serta kurang bergerak atau olahraga. Untuk mengatasi PCO, treatment yang dilakukan memang dengan meminum obat yang dapat membesarkan indung telur agar mudah menangkap sel sperma.

Bila kandungan bertahan hingga 8 bulan, umumnya kematian janin dalam kandungan disebabkan oleh diabetes yang diderita ibu hamil karena naiknya kandungan gula dalam darah selama kehamilan. Sedangkan kekentalan darah (thrombophilia) akan langsung berefek pada janin di usia 2-3 bulan yang kemudian menimbulkan terjadinya keguguran.

Mungkin saja ada kelainan lain. Sebab, bila kelainannya karena kekentalan darah, janin tidak akan bertahan sampai usia 8 bulan. Kondisi ini ibarat pipa yang dialiri air. Bila air mengalami pembekuan di dalam pipa, akan menyebabkan penyumbatan. Demikian pula yang terjadi pada ibu hamil, darah yang kental akan menghalangi asupan makanan untuk janin.

Thrombophilia dapat terjadi karena banyaknya protein faktor pembeku darah atau terlalu sedikit protein anti pembeku darah yang membatasi formasi pembekuan. Kelainan ini bisa saja bawaan lahir. Untuk mengatasinya, dokter akan melakukan penyuntikan heparin atau fraksiparin.

Desiyusman Mendrofa



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?