Pengaruh oksidasi (oxidative stress) dari paparan langsung UVA & UVB sinar matahari, akumulasi radikal bebas, pemakaian produk kosmetik yang tidak tepat, hingga dampak dari proses pewarnaan rambut yang salah dapat mengakibatkan kulit kepala menjadi kering. Menurut dr. Sjarif M. Wasitaatmadja SpKK, jika hal ini dibiarkan, dapat mengganggu kinerja dari melanosit sebagai sumber dari melanin (senyawa penting penentu kualitas warna rambut) yang berada dalam folikel (kantong tempat tumbuhnya rambut pada kulit kepala). Bila melanosit pada kulit kepala rusak atau hilang, maka tubuh manusia tidak dapat mereproduksi melanosit yang baru. Efeknya, jumlah melanin yang dihasilkan berkurang dan berdampak pada menurunnya kualitas rambut.
Tak hanya itu, perpaduan kondisi tersebut dapat membuat kulit kepala stres dan mengganggu fase pertumbuhan rambut, sehingga proses produksi kelenjar minyak pada kulit kepala terhambat.
Solusi:
- Menurut penata rambut Michael Zimbalist, hindari proses pengecatan ulang pada rambut kurang dari dua bulan karena akan merusak tekstur rambut dan membuat kulit kepala kering.
- Saat mem-blow rambut di salon, beri jarak minimal 15 cm antara hair dryer dengan permukaan rambut dan kulit kepala. Jangan lupa, aplikasikan nourishing oil yang kaya akan ekstrak minyak avokad, minyak biji anggur, vitamin A, lemak essential omega 3, dan linoleic acid terlebih dahulu, agar kulit kepala dan kutikula rambut terlindung dari suhu panas alat penata rambut.
- -Manjakan rambut dengan perawatan ekstra dan praktis di rumah, misalnya memberi serum berkandungan senyawa kompleks antioksidan, asam ferulic, vitamin C & E, serta UV filter. Dengan begitu, lapisan kutikula dan kelembapan kulit kepala akan terjaga dan terlindung. (f)


