Welcome to the hi-tech world. Bahkan, rangsangan seksual saja bisa dimulai lewat gadget. Sexting (dari kata sex dan texting) adalah salah satu dampak dari sebuah kemajuan teknologi. Kata yang dipopulerkan oleh Sunday Telegraph Magazine pada 2005 ini intinya adalah berkirim pesan seksual dan erotis. Caranya beragam, mulai dari SMS, BBM, hingga Yahoo! Messenger.
Dari hasil survei femina dan Men’s Health Indonesia pada tahun 2011, ditemukan fakta bahwa 57% dari 546 responden wanita melakukan sexting. Memangnya seseru apa, sih, sexting ini?
Seperti yang terjadi pada, suami Tatiana (34), pengusaha, membawa pekerjaan ke rumah dan sibuk di ruang kerja hingga larut malam. Sementara, Tatiana sedang ingin merasakan sentuhan hangat sang suami. Dari dalam kamarnya, ia mengirim pesan, “Babe… dingin, nih. Kamu nggak mau peluk aku?” Dalam sekejap suaminya menjawab, “Kamu lagi pake baju apa?” Dengan segera Tatiana membalas, “Nothing.”
“Tak sampai dua detik, dia sudah menerjang masuk kamar, masuk ke dalam selimut, lalu menciumi saya, sambil berbisik, ‘Ya, pastilah kamu kedinginan, wong nggak pake apa-apa gini. Sini aku hangatkan.’ Sisanya… tidak perlu diceritakan lagi, deh, ya,’” cerita Tatiana, geli.
Lain lagi cerita Mayang (27), staf marketing. Biasanya, acara sexting itu terjadi ketika ia dan suaminya terpisah jarak, misalnya saat Mayang sedang dinas ke luar kota. Saat semua aktivitas pekerjaan sudah selesai dan sedang leyeh-leyeh di hotel, sambil menunggu kantuk datang, dia mengirim pesan: “Coba kalau kamu ada di sini….” Dijawab oleh suaminya:” Besoknya kamu malah nggak bisa kerja. Soalnya setiap 2 jam pasti akan aku bangunin.. ;-)”
Berbalas pesan itu bisa sampai pukul 2 dini hari, dan Mayang mengaku sama-sama sudah ‘tegangan tinggi’. “Salah saya juga, sih, memancing di saat yang salah. Tapi, ternyata efeknya luar biasa. Karena sama-sama kangen, ditambah lagi sexting itu berlangsung selama 3 hari berturut-turut, setiba di rumah, kami bercinta dengan penuh gairah,” tutur Mayang.
Sementara Dian (37), sales coordinator, kerap menggunakan ilmu bluffing untuk menggoda suami. “Misalnya, saya bilang, ‘I’m not wearing any underwear right now.’ Padahal, sih, masih komplet. Hi…hi…hi…. Seolah tahu bahwa saya hanya bluffing, suami menjawab, ‘Nggak percaya, ah, nanti aku mau cek sendiri aja di mobil ;-).’ Dan… dia buktikan omongannya. Hasilnya, sampai di rumah, nggak perlu foreplay lagi, langsung ke main course,” cerita Dian, dengan wajah memerah.
Seksolog dr. Ryan Thamrin menjelaskan, sexting itu memang fungsinya seperti foreplay. “Ada banyak cara pemanasan, sebelum menuju sexual intercourse. Sexting salah satunya. Di tengah kemacetan menuju pulang, dari kantor di daerah selatan menuju rumah di daerah utara, tidak ada salahnya membangun khayalan lewat sexting. Sampai di rumah, mood untuk berhubungan seks pun sudah terbangun,” katanya. (f)


