Pertunjukan dimulai dengan adegan Joko Tarub, pemuda desa, berpamitan kepada kedua orang tuanya untuk berkelana mencari ilmu yang berguna. Kisah bergulir seperti cerita legenda Joko Tarub pada umumnya. Ia mengambil selendang milik bidadari bernama Nawangwulan di sendang yang menyebabkan si bidadari tak bisa kembali ke khayangan. Keduanya pun jatuh cinta dan menikah.Kisah berakhir tragis karena akhirnya Nawangwulan menemukan selendang yang disembunyikan Joko Tarub. Sendratari dari Sanggar Jawa Jawi Java berkolaborasi dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta ini menampilkan alur yang runut dan cerita klasik yang sesuai pakemnya. Alunan gending Jawa yang halus dan hadir secara live mampu memainkan emosi penonton. Disertai pengantar bahasa Inggris menandakan sendratari siap dibawa ke kancah internasional.
DAR
Foto: KIR


