Terinspirasi pada tokoh Pandawa (lima kesatria) yang dipersatukan oleh wanita cantik dalam epos Mahabharata, tiga anak muda Daryanto Witarsa, Aston Utan, dan Yoshua Tanu tergabung dalam Pandava Coffee.
Di dalam kafe berinterior warna-warni ini, penikmat kopi disuguhi pilihan kopi yang berbeda dari minuman di kafe berkonsep espresso bar ini. “Biji kopi yang dipakai merupakan gabungan antara biji kopi Barat dengan biji kopi Indonesia,” papar Aston.
Dari Indonesia, utamanya Aceh Gayo, Mandailing, hingga Toraja dan Papua. Di sisi lain, biji kopi impor yang menyumbang rasa adalah Debello (Ethiopia), Gichthani (Kenya), atau Flecha Roja (Costa Rica). Nikmati secangkir Bima yang dideskripsikan sebagai kopi penyemangat oleh Aston, karena paduan biji kopi yang tak biasa.
Ada espresso yang diracik secara manual dengan mesin slayer espresso, bercampur madu, ginseng, dan kuning telur ayam. Yang satu ini paling diminati tamu Pandava.
Heart Hero juga istimewa. Ada bahan ginsengnya, yang menghangatkan tubuh. Picollo Latte memegang gelar kopi modern, karena serupa cappuccino namun lebih kuat kadar kafeinnya. Cocok diseruput sambil ditemani Chicken Sandwich atau Rainbow Cake kebanggaan Pandava. (BLI)
Alamat: Epicentrum Walk, Rasuna Epicentrum, Lt.Dasar #WII/No.9, Kuningan, Jak-Sel. Telp: (021) 29941042. Jam buka: 10.00–22.00 WIB. Harga*: Rp20.000-Rp40.000. Suasana: Kafe modern bergaya pop art.
*) Harga dapat berubah sewaktu-waktu, cek sebelum bersantap.


