Nama unik menjadi magnet bagi pelintas jalan untuk mampir ke Solowi. Resto dengan penampilan alami berkat dinding batu bata dan berhias jendela bambu ini menyiapkan hidangan Solo.
“Alasan kami memasang nama Solowi, selain karena salah satu pemilik berasal dari Solo, adalah keberadaan resto ini di tanah Betawi,” ujar Ahmad Azinudin, Public Relations Solowi.
Sebutlah Garang Asem, berupa potongan ayam dibumbui santan, rempah, dan cabai rawit merah utuh, lalu dibungkus daun pisang dan dikukus hingga ayam empuk. Hmm… semerbak gurih aromanya seketika tercium kala daun dibuka.
Ada pula Satai Buntel untuk penggemar satai. Berbeda dengan satai kambing lain, satai ini diolah dari daging kambing cincang dan dibentuk sebesar kepalan tangan, lalu dibungkus dengan lemak kambing. Sebelum dibakar, bungkusan lemak disayat agar panas bara masuk ke dalam daging. Satai Buntel disajikan bersama kecap manis, merica bubuk, dan acar bawang.
Ada pula Satai Kere, dari tempe gembus (ampas tahu) yang empuk. Di Solo, satai ini favorit karena murah tapi enak. Temani dengan Teh Solowi, seduhan daun teh dari kebun teh di Solo. (BLI)
Alamat: Jl. Bintaro Raya No.8C, Tanah Kusir, Jak-Sel (depan Masjid Nurul Hidayah). Telp: (021) 26700777. Jam buka: 10.00-22.00 WIB. Harga: Rp4.000–Rp35.000* (belum termasuk pajak 10%). Suasana: Kompilasi modern dan tradisional berdinding batu bata tanpa selimut semen.
*) Harga dapat berubah sewaktu-waktu, cek sebelum bersantap.


