Hasil Monitoring Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebanyak 35% jajanan yang ada di sekolah-sekolah dasar masuk kategori jajanan Tidak Masuk Syarat (TMS), dimana panganan tersebut mengandung bahan-bahan yang membahayakan kesehatan.
Roy Sparingga, Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya BPOM, mengajak seluruh komunitas sekolah untuk lebih selektif dalam memilih makanan dan menghindari jajan sembarangan.
Menurutnya, ada 3 bahaya makanan yang harus diperhatikan, pertama bahaya mikrobiologis yang disebabkan oleh kuman dan bakteri (patogen), kedua, bahaya fisik seperti staples, kerikil, batu maupun rambut yang tercampur dalam bahan makanan. Dan, yang ketiga bahaya kimia, contohnya penggunaan bahan berbahaya, pengawet, formalin, boraks, maupun pewarna tekstil.
“ Konsumen harus cermat sebelum membeli makanan, misalnya jika membeli bakso perhatikan dulu apakah warnanya tampak pucat, apakah terlalu kenyal, dan patokan harga yang terlalu murah juga patut dicurigai, karena banyak beredar bakso atau mie basah yang mengandung formalin. Masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan akan maraknya penggunaan boraks pada kerupuk maupun lontong, juga minuman ringan yang mengandung pemanis atau zat pewarna berlebih ,” ujar Roy.
Kenyataan yang sedemikian memprihatinkan mendorong BPOM untuk mengedukasi masyarakat melalui roadshow Kampanye Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) “ Sehatnya Duniaku Menuju Generasi Emas yang Sehat dan Berkualitas. Di awal tahun 2013 ini, SDN Tebet Timur 01 Pagi menjadi target pertama penyuluhan di tingkat Sekolah Dasar atau sederajatnya melalui sosialisasi yang fun seperti e-learning, video edukasi dan permainan interaktif.
Dalam aksi kampanye makanan sehat ini, baik pengajar, murid, pedagang, pengelola kantin serta orangtua mendapat bekal pengetahuan dan kiat bagaimana memilih panganan yang aman dan baik.
“ Pendekatan edukasi ini berdampak lebih besar kepada masyarakat. Selain itu ada pula screening, sampling dan uji makanan on the spot, dimobil lab keliling yang kami sediakan untuk menentukkan makanan mana yang masuk kategori tidak layak konsumsi. Saya harap mereka melanjutkan misi dan kampanye ini dalam keseharian,” ungkap Roy.
Kepala Sekolah SDN Tebet Timur 01 Pagi, Hardiningsih, S.Pd pun menyambut baik kampanye pangan jajan sehat ini.
“Menurut saya penyuluhan yang dilakukan Badan POM ke sekolah-sekolah ini sudah tepat. Kami sangat mengharapkan kampanye seperti ini karena bermanfaat untuk menambah wawasan para orangtua maupun anak-anak didik kami tentang makanan sehat. Kami juga sudah menyosialisasikan agar para orangtua membawakan bekal makanan dan minuman bersih dari rumah agar kesehatan anak lebih terjaga,” papar Hardiningsih.
Sejak dicanangkan oleh Wakil Presiden, Boediono pada tanggal 31 Januari 2011 lalu, pelaksanaan aksi nasional ini telah menunjukkan hasil yang cukup baik, yaitu keamanan PJAS pada tahun 2008-2010 yang Memenuhi Syarat (MS) 56-60 % terjadi peningkatan menjadi 65 % yang Memenuhi Syarat (MS) pada tahun 2011 dan 76 % pada tahun 2012.
Setelah SDN Tebet Timur 01 Pagi masih ada 49 SD lainnya di Jakarta dan Bandung yang akan dikunjungi Badan POM dalam program roadshow-nya dari total 180.000 sekolah se-Indonesia.
Woro Hartari Trianti


