Sukses menjadi destinasi kuliner di Jakarta, kini Bandar Djakarta merambah Surabaya, di kawasan elite Darmo Satelit. Bandar Djakarta Group memang sekian lama merasakan absennya resto seafood berkualitas dalam harga terjangkau di kota terbesar kedua di Indonesia ini. “Ini cocok, karena ngumpul dan ngobrol sambil makan sudah menjadi kebutuhan kota sibuk ini,” urai Sunarya Lesmana, Direktur Utama Bandar Djakarta Group, menambah alasan hadirnya konsep baru yang dijulukinya seafood garden ini. Ciri khas riuhnya pasar ikan modern dalam resto pantang ditiadakan. Pengunjung bisa memilih sendiri hasil laut yang akan disantap. Dari 33 jenis ikan, 13 jenis kerang, 9 jenis kepiting, 9 jenis udang, ditambah lobster, cumi-cumi, gurita, tiram, serta binatang laut musiman dan impor. Dengan penuh rasa takjub, femina menyusuri pasar seluas 300 m2 ini.
Bos dapur Hang Tie menjagokan Pepes Edan. Anda boleh pilih, mau kakap atau udang untuk dipepes. Bumbu dahsyatnya termasuk kecombrang dan cabai dalam jumlah banyak tentunya. Jika tak mampu ‘menghadapi’ serangan cabai ini, minta chef untuk menguranginya.
Untuk menu ikan bakar, ada Ikan Kuwe Bakar Saos Babe. “Mutlak ikan kuwe, karena dagingnya tebal dan gurih!” ujar chef. Saos babe, alias saus cabai hijau, dilumuri di atas ikan bakar. Hasilnya, rasa pedas dan segar air jeruk limau merasuk ke dalam daging. Tiap hari, varian sausnya dikirim dari dapur sentral di Jakarta.
Kerenyahan tumis kangkung melengkapi hidangan laut yang dipesan. Spesial, karena kangkung ini diimpor dari tanah Lombok yang terkenal dengan kualitas kangkungnya yang tetap renyah setelah dimasak. Hmm... uenak rek!
Lokasi: Jl. H.R. Muhammad No.360, Surabaya Telp: (031) 7923998. Jam buka: 11.00-23.00 WIB. Harga: Rp12.000-630.000/ kg+ biaya masak Rp12.000 (belum terpasuk pajak 10%). Suasana: Berinterior modern dan lengkap dengan banyak akuarium ikan yang sangat bersih.


