Food Review
Racikan Maitreya Penuh Cinta

7 Dec 2011

Wangi bumbu masala itu semerbak. Menyeruak dari dalam oven tandoor (guci liat) yang tengah membakar chicken tandoori di dalamnya. Siapa yang sanggup mengelak aroma yang kebanyakan dijumpai di resto India ini. Sayangnya, harga  menjadi halangan bagi kebanyakan orang Indonesia dalam menikmati masakan India atau Timur Tengah. Kerumitan teknik masak, padatnya jumlah bumbu yang sebagian besarnya produk impor, menjadi alasan di balik ini. Jauh beda dengan bumbu Amerika dan Eropa, yang tersedia luas untuk kalangan umum dan supplier, yang lalu membuat harganya bersaing.  

Beruntunglah, pintu resto Maitreya telah dibuka awal Maret ini. Memperkenalkan sebuah konsep masakan India, dengan harga bersahabat. Seperti makna kata maitreya dalam bahasa Sanskerta, dua pemilik resto, Vivanti Ayu Damarsasi (akrab disapa Vien) dan Muhamad Ikhsan, ini menempatkan banyak cinta dalam makanannya. Resto didesain nyaman, namun tak terlalu mentereng, dengan tekad agar  makin banyak orang Indonesia tak sungkan berkunjung. Penyajiannya kasual, sehingga tak berat jika dinikmati sehari-hari.

Vien menempatkan Zakaludin, sosok yang dipandangnya mampu mengolah masakan India, berkat pengalaman tahunan di salah satu resto India teratas di Jakarta. Ia menggunakan bumbu dari sebuah supplier kenamaan di Sunter yang memiliki ketersediaan bumbu India orisinal. Jika salah satu stok terputus, Vien tak memaksakan Zakaludin untuk menggantinya dengan bumbu seadanya. Bukankah harmoni rempah justru kunci dari sepiring lauk India?

Cobalah Tandoori Mix Grill. Sajian ini menyatukan ayam, ikan, kambing, udang, segalanya, berbumbu garam masala dan dibakar dalam oven tandoor. Ada pula Chicken Biryani, yakni sepiring basmati dengan suwiran daging ayam padat rempah jintan. Atau tertantang mencoba Saag Gohst? Ini adalah sajian dari India Utara berupa daging kambing tanpa tulang yang dimasak dalam bubur bayam, tomat, dan jahe. Ada aroma jintan hitam menyeruak di sela-sela bubur ini. Unik!

Mengikuti gaya orang India, nikmati semua ini bersama naan, sejenis roti dari tepung gandum. Cocol dengan murg makhni, sejenis ayam tandoori tanpa tulang yang direndam kuah kari kental. Pungkas santapan berat dengan Mango Lassi, yang dibuat dari yoghurt yang dibiakkan selama seminggu. Atau Kulfi, es krim berisi pistachio.

“Negara kental budaya ini memiliki bumbu masakan yang sedemikian khas, dan sanggup membuka sebuah horizon kuliner di jiwa yang sebelumnya tak pernah saya telusuri. Bukan hal mudah memiliki resto yang mengusung gaya kuliner yang belum sepenuhnya diterima lidah lokal. Namun, ini tantangan,” ungkap Vien. Anda yang mengaku pengelana kuliner, pasti berani menerima tantangan ini, ‘kan?

Lokasi: Teraskota Entertaniment Center, Jl. Pahlawan Seribu, CBD Lot VII, Lengkong Gudang Serpong, BSD City. Telp: 082118888251. Jam buka: 10.00 – 22.00 WIB. Harga: Rp20.000 (lassi) – Rp80.000 (chicken tandoori). Suasana: Resto keluarga dengan suasana nyaman.

TRIFITRIA S. NURAGUSTINA. FOTO: DOK. MAITREYA.



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?