Jika Anda berpikir motif ini berawal di tahun ‘50-an, saat Marilyn Monroe berpose menggunakan bikini polkadot, maka Anda keliru. Ternyata, motif yang identik dengan kesan playful ini banyak dipakai para pria sejak pertengahan abad ke-19. Salah satunya Perdana Menteri Inggris, Wiston Churchill, yang sering menggunakan dasi kupu-kupu polkadot hitam putih untuk menambah sentuhan gaya pada setelan jasnya.
Tidak hanya orang penting, tokoh kartun disney Minnie Mouse dengan rok dan pita polkadotnya di tahun 1928 juga ikut andil mengantarkan polkadot menjadi tren dan mulai banyak digunakan dalam busana wanita.
Selanjutnya, berkat tangan para desainer seperti Christian Dior, Balenciaga, dan Balmain yang merancang gaun-gaun cantik hingga aksesori seperti topi maupun sepatu menggunakan motif genit ini, pamor polkadot makin melejit di tahun ‘50-an. Tidak ketinggalan lagu Itsy Bitsy Teeny Weenie Yellow Polka Dot Bikini yang diciptakan oleh grup band Nine Years ikut mengantarkan polkadot meraih masa kejayaan.
Tidak hanya di bidang lifestyle, popularitas polkadot mulai merambah ke dunia seni pada era pop art di tahun ‘60-an. Seniman seperti Roy Lichtenstein dan Yayoi Kusama ikut berkarya mengeksplorasi motif bola-bola ini. Bahkan, rumah mode Louis Vuitton dengan Marc Jacobs sebagai creative director sempat terinspirasi dari hasil karya Yayoi dan berkolaborasi menciptakan koleksi polkadot di tahun 2012.
Sekarang, hampir tiap musim dan tiap desainer mengeluarkan motif ini pada koleksinya. Seperti pada koleksi spring summer Sportmax yang minimalis dengan polkadot hitam putih, juga blus dari Dolce and Gabbana yang dipadankan dengan rok mini berwarna emas memberi impresi edgy yang seksi. Tak hanya itu, Burberry juga menampilkan preppy look yang modern dengan kemeja polkadot berukuran besar dipadu dengan rok lace putih. Polkadot tidak lagi terbatas pada penampilan feminin dan girlie, namun sudah evolusi melintasi zaman lewat berbagai kepribadian. (IVANA SITANGGANG)


