Dunia kembali berduka. Usai hilangnya pesawat Malaysian Airlines 370 tujuan Beijing, China beberapa waktu lalu, di penghujung tahun 2014, pada hari Minggu pagi (28/12) pesawat Air Asia tujuan Singapura dari Surabaya, dikabarkan lenyap beberapa saat setelah lepas landas. Dengan total penumpang dan awak kabin sebanyak 162 orang, pesawat dengan nomor penerbangan QZ8501 yang seharusnya tiba di bandara Changi Singapura pukul 8.30 waktu setempat, sudah hilang kontak dengan ATC (air traffic controller) pada pukul 7.24. Banyak spekulasi bertebaran di media sosial mengenai penyebab hilangnya pesawat naas tersebut, namun baik pihak Air Asia maupun pemerintah Indonesia memilih fokus untuk menemukan pesawat yang hingga kini belum menampakkan tanda-tandanya. Menurut Hadi Mustoga Djuraid, staf ahli Kementerian Perhubungan RI, kontak terakhir diperkirakan ketika pesawat sedang berada di Laut Jawa, antara Kalimantan dan Kepulauan Belitung.
Para petinggi dunia turut prihatin atas musibah yang terjadi. Seperti dikutip dari Time, perwakilan dari Gedung Putih, Erick Schlutz menyatakan bahwa Presiden AS, Barack Obama terus memonitor situasi yang terjadi. John Kerry, sekretaris negara AS juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap seluruh penumpang Air Asia QZ8501 beserta keluarganya. Perdana Menteri Lee Hsien Loong dan CEO AirAsia, Tony Fernandez, menuliskan keprihatian mereka atas musibah ini via akun twitter mereka. Semoga segera ada titik terang mengenai keberadaan pesawat AirAsia. (f)
FOTO: AFP


