Sebelum mengikat tali sepatu dan berangkat ke gym, sangat penting bagi Anda yang memiliki kondisi khusus untuk melakukan pemeriksaan pada dokter spesialis yang menangani Anda. Secara garis besar, saat tubuh Anda sakit, olahraga aerobik yang ringan namun teratur lebih aman ketimbang olahraga berat dengan intensitas tinggi namun tinggi risiko. Konsultasikan kondisi tubuh Anda untuk merancang program dan menentukan intensitas olahraga yang tepat. Berikut ini beberapa hal khusus yang oleh dr. Michael Triangto, SpKO perlu Anda perhatikan:
Jantung
- Cari tahu denyut nadi latihan yang perlu Anda jaga selama olahraga dari dokter yang merawat Anda. Selalu ukur denyut jantung Anda selama latihan menggunakan gadget, untuk memastikan denyut nadi tetap dalam batas aman.
- Hindari olahraga yang membuat jantung bekerja terlalu berat seperti olahraga yang bersifat kompetisi.
- Jangan berolahraga jika Anda demam, yang bisa menjadi salah satu gejala kambuhnya penyakit jantung. Demikian juga saat Anda sedang terlalu lelah. Hentikan jika saat berolahraga Anda mengalami sesak napas dan nyeri dada.
Asma
- Hindari olahraga pada saat cuaca dingin atau dalam ruangan yang bersuhu dingin.
- Lakukan dengan intensitas rendah sehingga Anda tidak terengah-engah.
- Lakukan olahraga yang membuka rongga dada dan melatih otot-otot pernapasan Anda, seperti yoga dan tai chi.
- Hentikan latihan jika Anda merasa lelah atau sangat sesak napas.
- Sebelum berolahraga, sebaiknya gunakan inhaler. Tujuannya, untuk membuka saluran pernapasan Anda.
Skoliosis
- Sebelum menetapkan jenis olahraga yang tepat, lakukan pemeriksaan oleh dokter untuk mengetahui bentuk kelengkungan tulang, apakah berbentuk S atau C.
- Pilih jenis olahraga anaerobik yang melatih kekuatan dan meregangkan serta melenturkan otot punggung dan bahu yang menopang tulang punggung.
- Kombinasikan program olahraga aerobik dan anaerobik dengan perbandingan 80% anaerobik dan 20% aerobik.
- Untuk membantu meningkatkan dan mempertahankan kelenturan sendi dan otot di sekitarnya, Anda bisa melakukan latihan pilates atau yoga.
- Hindari olahraga lari yang bersifat high impact, yang dapat membahayakan persendian.
- Gunakan alas kaki yang memiliki daya topang baik dan dapat meredam benturan. (f)


