Menjadi seorang pekerja mandiri, terkadang ramai order di satu bulan, kadang sepi di bulan yang lain, terkadang menyulitkan untuk mengatur keuangan secara tepat. Apakah ada manajemen keuangan tertentu yang harus diterapkan dengan kondisi keuangan yang seperti ini?Menurut perencana keuangan independen, Ligwina Hananto, struktur penghasilan seperti ini dikategorikan sebagai self employed. Ini tidak terbatas pada profesi tertentu seperti musikus, tetapi juga mencakup pekerjaan seperti pengacara atau arsitek yang bekerja sendiri, pemilik bisnis kecil, dan profesi lainnya. Dalam situasi ini yang harus digarisbawahi adalah penghasilan tidak rutin dan jumlah tidak tetap tiap bulannya, juga berapa biaya pengeluaran per bulan.
Mari kita membuat anggarannya, yang terdiri dari tiga pos pengeluaran, yaitu: cicilan, pengeluaran rutin (yang harus keluar, ada atau tidak ada penghasilan), pengeluaran pribadi atau lifestyle (yang bisa dihentikan jika tidak punya uang sama sekali).
Misalkan dalam ketiga pos itu Anda kira-kira menghabiskan Rp10 juta, artinya Anda punya target penghasilan Rp10 juta tiap bulannya. Anda bisa mulai berhitung, berapa kali manggung untuk menutupi pengeluaran tersebut. Catatan pentingnya adalah bila memiliki penghasilan di atas Rp10 juta, maka semua excess itu harus langsung dialokasikan untuk menabung dan investasi rutin!
"Terakhir, ini trik tambahan untuk para musikus. Kalau dalam menyanyi ada istilah minus one, saya memperkenalkan dana +1 untuk para musikus. Dana +1 ini adalah dana simpanan yang bisa digunakan untuk hidup bulan berikut. Jadi, jika sampai bulan depan tidak memiliki penghasilan sebesar pengeluaran, Anda dan keluarga bisa tenang karena tahu ada back up di dana +1," tambah Ligwina. (f)


