Dari western food, hidangan Cina, hingga cita rasa Nusantara. Kali ini, femina jatuh hati pada salah satu makanan khas Kota Palembang, yaitu pempek. Pempek di sini memang sungguh berbeda dari tempat lain. Kalau biasanya pempek dibuat dari bahan dasar ikan tenggiri, di tempat ini pempek dibuat dari udang. Rasanya tak kalah enak, gurih khas udang tanpa penambahan tepung yang berlebihan. Kalau Anda pernah mencicipi rasa hakau (dim sum udang), pasti Anda bisa membayangkannya.Bentuknya seperti pempek lenjer dengan ukuran yang cukup besar, dengan warna jingga kemerahan khas udang. Pilihannya dua macam, bisa direbus atau digoreng. Sama halnya dengan pempek, Anda bisa menyiramnya dengan sambal cuko yang bercita rasa asam, manis, dan pedas. Kalau ingin yang berbeda, cukup siram pempeknya dengan sambal taoco yang gurih dan pedas atau sambal terasi. Meski namanya sambal terasi, tampilannya tidak seperti sambal terasi biasa. Tekstur sambalnya cair seperti saus cuko, namun rasa udang dan cabainya lebih menggigit.
Ingin sajian yang lebih mengenyangkan, tenang saja. Sepiring Kwetiau Goreng Penang siap dinikmati oleh Anda. Bila kwetiau yang Anda temukan biasanya berbentuk panjang layaknya mi, bentuk kwetiau di sini justru menyimpang dari bentuk aslinya. Bentuknya yang bujur sangkar bisa dipastikan menarik perhatian Anda, bukan? Penyajiannya pun tidak langsung ditaruh di atas piring, melainkan diletakkan di atas selembar daun pisang dan dihidangkan bersama acar mentimun dan wortel. Hmm… yummy! (FF)
Lokasi: Jl. Danau Sunter Utara Blok A No.1&2, Jakarta Utara. Telp: (021) 65308908. Jam buka: Setiap hari, Pukul 10.00 – 21.00. Harga*): Rp5,000 – Rp50,000 (belum termasuk pajak 10%). Suasana: Resto modern dan kasual.
*) Harga sewaktu-waktu dapat berubah, cek sebelum bersantap.
FOTO: FF.


