Trending Topic
Peluncuran Buku Audio TRILOGI INSIDEN

11 Apr 2014


Bertempat di Auditorium Galeri Indonesia Kaya, Kamis 10 April lalu, Digital Archipelago yang didukung Galeri  Indonesia Kaya kembali meluncurkan buku audio Trilogi Insiden karya Seno Gumira Ajidarma.
Para pengunjung diajak memasuki dunia sastra Indonesia modern melalui narasi karya Seno Gumira  Ajidarma yang dibacakan oleh lima tokoh ternama Indonesia, seperti Ayu Laksmi, Butet Kartaredjasa, Landung Simatupang, Niniek L. Karim, dan Ria Irawan. Kelima tokoh ini akan membawakan kumpulan cerpen Saksi Mata, buku pertama dalam Trilogi Insiden, yang juga berisi roman Jazz, Parfum, dan Insiden, serta kumpulan esai Ketika Jurnalisme Dibungkam, Sastra Harus Bicara.

“Ini adalah karya saya yang pertama kali dibuat dalam bentuk buku audio dengan bantuan banyak sahabat yang mau meluangkan waktu untuk membacakan karya saya dan memberikan atmosfer yang berbeda dalam setiap kisah yang dibacakan. Buku audio ini penting bagi sastra Indonesia dan juga menarik karena memanfaatkan internet, teknologi komunikasi mutakhir yang paling populer saat ini,” ujar Seno Gumira Ajidarma.

“Trilogi Insiden merupakan bagian dari catatan sejarah dan bukti perjuangan dari seorang Seno Gumira Ajidarma yang mendokumentasikan peristiwa Timor Timur melalui rangkaian kata-kata dari sudut pandang seorang penulis dan seniman. Maka ketika saya diminta untuk membawakan Seruling Kesunyian dengan aransemen musik tersendiri, saya tidak membutuhkan waktu yang lama untuk memberikan persetujuan,” ujar Ayu Laksmi.

Selain Ayu Laksmi, pengunjung Galeri Indonesia Kaya juga menyaksikan penampilan Ria Irawan yang membaca Kepala di Pagar Da Silva. Ada juga Butet Kartaredjasa yang membacakan cerpen Darah itu Merah, Jenderal, Landung Simatupang yang menarasikan cerpen berjudul Listrik, dan Niniek L. Karim menarasikan Telinga.

Lima tokoh yang tampil ini membawakan cerpen yang diambil dari kumpulan cerpen Saksi Mata, buku pertama dalam Trilogi Insiden. Cerpen-cerpen ini memiliki riwayat yang sudah dikenal, yakni dibuat setelah penulisnya dilepaskan dari tugasnya pada 1992 karena pemberitaan mengenai Insiden Dili 12 November 1991.

 Digital Archipelago penggarap buku audio Trilogi Insiden berharap digitalisasi sastra Indonesia ini dapat memberikan hembusan baru di wilayah cyber sastra melalui aplikasi ponsel pintar yang dapat di-donwnload bebas biaya, meski untuk kontennya tetap dikenakan biaya sejumlah Rp 119.000 untuk ketiga bagian buku audio Trilogi Insiden. Sedangkan Saksi Mata, Jazz, Parfum & Insiden, serta Ketika Jurnalisme Dibungkam, Sastra  Harus Bicara masing-masing dapat diperoleh dengan harga Rp 49.000.

Rekaman Trilogi Insiden yang seluruhnya berlangsung 17 jam, dibuat di studio Kua Etnika piminan Djaduk Ferianto di Yogyakarta, Soeara Madjoe pimpinan Anjar Prabowo di Jakarta, dan studio Antida pimpinan Anak Agung Anom Darsana di Denpasar. Sedangkan sound engineering buku audio ini dibuat oleh Gotrek Whitehouse. Untuk memberikan atmosfer berbeda, buku audio ini juga diramaikan dengan aransemen musik oleh Boris Simanjuntak, Ayu Laksmi dan Piotr Komorowski. (Woro Hartari Trianti)


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?