Rasanya semua orang sepakat kalau makanan dari daerah sendiri adalah yang paling sedap. Bukan berarti makanan daerah lain tidak enak, tapi selera asal tentu selalu menyisakan tempat di hati. Tampaknya hal ini juga diamini oleh pemilik rumah makan khas Sunda, Warung Abah. Perabot kayu, bambu, dan peranti jadul penghias dinding memberi kesan ngariung yang disuka orang Sunda. Abah, begitu panggilan akrab sang pemilik, menampilkan menu populer Parahyangan, seperti Pesmol Gurami dan Ayam Bakar Bumbu Rujak. Kuah pesmol disajikan terpisah, tak disiram ke atas gurami goreng agar ikan tetap renyah.
Abah hanya memakai ayam kampung untuk Ayam Bumbu Rujak. Bumbu diungkep agar merasuk hingga ke dalam daging. Sambal rujak lantas menyelimuti kulit ayam yang telah terbakar garing. Cocol dengan sambel gledeg. Pedas pisan!
Keluarga tumisannya bervariasi. Ada tumis paria, tumis jamur, dan tumis bunga pepaya. Bagi yang kepedasan, segera teguk Es Kobak atau Es Kopyor Lebak. Daging kopyor yang lembut, berpadu es krim vanilla membuat lidah lupa sejenak dengan sengatan sambel tadi.
Teruskan ngaso dengan seporsi tapai bakar bertabur keju. Asimilasi rasa asam tapai dan gurihnya keju membuat sajian ngampung ini sulit dilupakan lidah modern sekalipun. (f)
Alamat: Jl. Lebak Bulus Raya I/No.10, Cilandak. Telp: (021) 7515983. Jam buka: 10.00–22.00 WIB. Harga: Rp5.000–Rp75.000. Suasana: Tradisional di rumah joglo.


