Trending Topic
Natal, Saatnya Berlibur

15 Dec 2015

Satu hal yang tidak dapat dipungkiri adalah fakta bahwa Natal menjadi perayaan yang membutuhkan banyak dana. Bisa jadi, karena memaknainya sebagai momen untuk berbagi, maka perlu membeli banyak barang untuk   dibagikan kepada orang lain. Atau karena harus mengadakan dan menghadiri pesta-pesta perayaan Natal, maka perlu belanja busana dan hidangan-hidangan pesta. Dan tentu saja, bila merayakan Natal berbarengan dengan liburan akhir tahun,  akan lebih banyak lagi dana yang dibutuhkan.
   
Menurut Dr. Rudy Handoko, pengajar Ilmu Marketing dan Direktur Program S-1 Prasetiya Mulya School of Business & Economic Jakarta, kalau dilihat dari kacamata bisnis, hari Natal tidak dilihat sebagai hari raya saja. Dari timing-nya saja, Natal berdekatan dengan momen akhir tahun. Pada saat itu banyak yang mengambil cuti libur, ada yang sampai 3 minggu. Bahkan, di luar negeri, benar-benar libur sampai awal Januari. Karena itulah,  Natal juga dikenal sebagai holiday seasons.
   
“Jadi ini bukan semata-mata bisnis hari raya, tapi bisnis yang berhubungan dengan libur panjang di akhir tahun. Kalau bisnis hari raya, hanya terbatas pada pakaian, makanan, dan minuman. Tapi, kalau bicara bisnis akhir tahun, melibatkan banyak aspek, terutama pariwisata,” terang Rudy.

Sebagai bukti bahwa Natal adalah ‘perayaan bisnis yang besar’ bisa dilihat dari angka inflasi bulanan. Secara bahasa awam, inflasi akan tinggi bila konsumsi masyarakat naik. Konsumsi/belanja masyarakat ini akan naik kalau menjelang liburan atau ada perayaan/pesta.

Di Indonesia, inflasi biasanya tinggi di bulan Juli (karena libur sekolah dan masuk tahun ajaran baru), bulan-bulan di mana ada Lebaran, dan bulan Desember yang menjadi perayaan akhir tahun. Natal yang berdekatan dengan momen akhir tahun memberikan kesempatan bagi orang-orang untuk beristirahat, bersenang-senang, maupun bepergian. “Momen libur yang bertepatan dengan hari Natal ini tidak hanya dirayakan oleh umat kristiani, tapi juga oleh umat beragama lain. Itu sudah menjadi bagian dari gaya hidup,” imbuh Rudy. (f)
   
Baca Juga: 


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?