Health & Diet
Napas Tak Sedap

20 Jan 2016

Gigi tidak berlubang, sudah rajin menggosok gigi dan lidah, menggunakan cairan kumur, tapi napas tetap berbau tak sedap?  Mungkin masalahnya ada pada pencernaan, ginjal, bahkan kadar gula darah.
   
Masalah pencernaan seperti gastroesophageal reflux desease (GERD) bisa membuat makanan yang belum tercerna sempurna kembali ke saluran kerongkongan dan terurai bakteri sehingga akan menimbulkan bau tak sedap. Tak jarang, dokter gigi jadi orang pertama yang mendeteksi GERD saat pasien melakukan pemeriksaan mulut dan gigi.
   
Napas yang berbau tajam seperti amonia bisa menjadi tanda masalah pada ginjal. “Saat ginjal tidak berfungsi secara semestinya, racun dan zat-zat tak berguna menumpuk dalam darah sehingga tubuhnya, termasuk dari mulut, mengeluarkan aroma tajam seperti urin,” ujar dr Yunir.
   
Jika Anda memiliki faktor risiko diabetes, seperti obesitas dan riwayat diabetes dalam keluarga, Anda juga patut mewaspadai napas yang kurang sedap. Menurut dr. Yunir, gula darah yang tidak terkontrol dapat menurunkan daya tahan tubuh dan kemampuan tubuh melawan bakteri penyebab infeksi pada gusi dan mulut. Saat tubuh kekurangan insulin untuk mengubah gula darah, tubuh pun mengubah cadangan energi dari hati yang mengakibatkan ketoacidosis, tingginya kandungan keton dalam darah. Ini membuat tubuh dan mulut penderita diabetes mengeluarkan aroma aseton, seperti cairan pembersih kuku. (f)



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?