Sex & Relationship
Menyelesaikan Masalah Dengan Menjauh

16 Sep 2014


Semua teman mungkin sudah bosan dengan curhat saya ini. Saya (25) dan kekasih (26) memiliki ‘gaya berantem’ yang sama. Saat menghadapi masalah, kami sama-sama diam dan memilih tidak bertemu. Selama setahun hubungan kami, tidak ada masalah yang berarti, sehingga satu dua hari saja  kepala sudah dingin. Tapi, baru-baru ini kami menghadapi masalah cukup serius sampai tak bicara selama hampir sebulan. Haruskah saya menghubunginya lebih dahulu? Walau tak yakin mau menikah dengan dia, saya tak mau putus begitu saja. Bagaimana menurut Anda?

Leina - Jakarta

Menurut psikolog Irma Makarim, hubungan kasih yang dijalani saat ini  adalah cerminan dari hubungan Anda berdua di kemudian hari, demikian pula dengan cara berkomunikasi yang Anda pilih saat ini.   Keraguan Anda terlihat jelas karena setelah membina hubungan selama satu tahun, Anda merasa tak yakin untuk menikah dengan kekasih, tetapi juga tak mau putus begitu saja. 
Hubungan kasih di antara Anda berdua memang cukup unik, terutama dalam menyikapi masalah yang muncul. Tentu Anda berdua mengerti, dalam membina  hubungan, hari-hari penuh kesenangan juga akan diselingi adanya perbedaan bahkan perselisihan paham. Biasanya pertengkaran tak akan menjadi masalah, kalau saja  Anda berdua bisa bijaksana menyikapinya. Apabila Anda merasa nyaman membina hubungan kasih dengan cara seperti ini, tentu Anda tak punya alasan untuk mengeluh. Tetapi kenyataannya, Anda masih terus  menumpahkan keluhan kepada teman-teman, yang bukan saja tidak menyelesaikan masalah, tetapi bisa menjengkelkan bagi mereka yang menjadi tempat curhat Anda. Ini menunjukkan Anda merasa tak nyaman dengan hubungan ini.
Saling diam walau hanya satu dua hari atau sampai sebulan, bukan cara yang baik untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Hati-hati, kebiasaan kurang baik yang dilakukan terus-menerus  akan menjadi bagian dari kehidupan kita.
Sikap Anda menunjukkan bahwa Anda masih melihat adanya harapan dalam hubungan ini.  Jika masih ingin mempertahankan hubungan ini, Anda berdua perlu melakukan perubahan, terutama dalam cara berkomunikasi. Hentikan gerakan tutup mulut dan mulailah membicarakan semua masalah secara lebih terbuka, dan usahakan   mendapatkan solusi yang bisa diterima kedua belah pihak.  Bila usaha untuk memperbaiki hubungan ini tidak membuahkan hasil, maka kedua belah pihak harus bisa menerima kenyataan bahwa hubungan ini sulit untuk dipertahankan

Sedangkan menurut psikolog Monty Satiadarma, hubungan manusia memiliki pola tertentu. Pola hubungan Anda dengan kekasih ketika menghadapi masalah adalah pola menjauh (avoidance) serta memiliki kandungan pola passive-agressive atau berdiam diri dengan tujuan ‘memberi hukuman’ kepada pihak lain. Masalah mungkin tidak terselesaikan, melainkan hanya membeku dan kelak akan muncul kembali. Jika pola ini berlanjut, maka tentu bentuk hubungan Anda dengan pasangan akan senantiasa demikian.
Agar pola tidak berlanjut,   Anda dan pasangan harus mengubahnya. Perubahan pola bisa menjadi konfrontatif atau bisa menjadi negosiasi. Anda dan pasangan harus memilih mana yang terbaik, tetapi tentu harus diarahkan pada upaya mengatasi masalah bersama, bukan membiarkan masalah mengalami stagnasi tanpa solusi, karena solusi menemui jalan buntu akibat perilaku menjauh/ menghindar dari masing-masing pihak.
Pola menjauh/menghindar sesungguhnya merupakan pola komunikasi yang tidak sehat. Jika hal ini berlanjut, maka bentuk hubungan Anda akan menjadi bentuk yang tidak sehat. Menikah ataupun tidak bukan menjadi masalah dalam hal ini. Masalahnya adalah sikap Anda dalam membentuk pola komunikasi dengan pasangan. Kalaupun Anda berganti pasangan kelak dan tetap mempertahankan pola komunikasi yang demikian, kondisinya tentu akan berlangsung sama dengan saat ini.(f)




 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?