Career
Menilai Penilaian Bos

8 Dec 2015

Ketika atasan mengajak Anda untuk mengikutinya pindah ke tempat kerja yang baru, boleh jadi Anda GR. Berarti, atasan melihat kualitas kerja Anda yang bagus, dong! Namun sebelum akhirnya mengiyakan, ada perlunya Anda memikirkan kembali masak-masak agar tidak menyesal kemudian.

Beberapa orang cenderung mengambil keputusan dengan spontan dan cepat. Proses pengambilan keputusan mereka didorong oleh adanya kesempatan. “Ah, ok banget, nih, tawarannya. Saya ambil aja, deh. Perusahaannya akan bertahan lama atau tidak, itu, mah, urusan nanti.” Tidak masalah jika Anda berada dalam tahap petualangan karier. Tapi, jika Anda berperan sebagai bread winner yang membiayai tiga anak balita, sebaiknya Anda berpikir lebih jauh.

Selaraskan rencana karier dengan rencana hidup Anda. Misalnya, saat ini Anda sedang bersiap-siap untuk menikah. Pasti benak Anda sedang dipenuhi pikiran berbagai detail acara pernikahan. Jika pada saat bersamaan Anda juga akan menjalani transisi karier, tentu akan berisiko.

Reaksi ge-er itu wajar dan manusiawi. Tapi, jangan terjebak dan terbutakan oleh emosi yang menghanyutkan itu. Bertanyalah mengapa dia mengajak Anda. Bukannya ingin memancing pujian, tapi Anda akan bisa mengetahui apakah atasan tersebut benar-benar mengenal Anda. Ada tiga hal yang salah satunya seharusnya tersebut, yaitu apakah ia mengagumi knowledge, attitude, atau skill Anda.

Contohnya, dia mungkin bilang, “Saya kagum soalnya kamu sangat detail dan bisa mengingat nama klien.” Lihatlah lebih jauh, betulkah Anda orang yang demikian? Dari situ Anda bisa menilai, penilaian atasan terhadap Anda benar atau tidak. Bisa jadi penilaian atasan salah, karena sifat Anda sebenarnya tidak seperti yang ia sebutkan. Itu pertanda bahwa Anda perlu berhati-hati.

“Atasan menarik Anda karena melihat suatu hal yang sangat bagus pada diri Anda. Tapi, bisa jadi yang dilihat hanya aspek tertentu, tanpa memikirkan aspek lain. Karena satu aspek dianggap bagus, dia berpikir semua aspek juga bagus, sehingga pandangannya menjadi bias,” tutur GM Susetyo, konsultan SDM Grama Mitra Sukmana.

Ada pula atasan yang mengajak dengan alasan tidak logis. Susetyo bercerita bahwa ia pernah diajak pindah ke perusahaan baru, karena ia dinilai membawa keberuntungan bagi perusahaan. Meski banyak orang memercayai pesugihan, aspek ini bukan kualitas yang bisa Anda kendalikan. Kalau perkara ketelitian, sih, tali kendalinya ada di tangan Anda. Tapi, kalau sebagai pesugihan, bagaimana cara mengendalikannya? Seandainya tidak lagi dianggap membawa keberuntungan, bisa-bisa Anda ditendang begitu saja. (f)



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?