Tidak dapat dimungkiri, tak sedikit wanita bekerja yang sudah berkeluarga masih terjebak dalam mindset ‘peran ganda.’ Padahal, berkarier dan berumah tangga seharusnya dipandang sebagai peran tunggal. Keduanya adalah anugerah yang saling melengkapi dan membuat wanita sebagai persona yang utuh.
Inilah yang melatarbelakangi femina dan Bank Internasional Indonesia (BII) bekerja sama menciptakan program untuk komunitas wanita karier di Indonesia dalam bentuk pelatihan dan kompetisi. Hari ini, rangkaian program bertajuk Women’s Leadership Network ini diawali dengan Seminar Wanita Karier Femina–BII 2012. “Seharusnya beban peran ganda juga dapat dibagi dengan suami. Suami harusnya mendukung karier istri, dan sebaliknya,” ungkap CEO Feminagroup, Svida Alisjahbana saat membuka acara yang bertempat di Hotel Gran Melia, Jakarta (6/10) ini.
Pernyataan ini selaras dengan pendapat Menteri Negara Pemberdayaan Wanita dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar, yang turut memberikan sambutan, bahwa tugas tumbuh kembang anak tidak boleh hanya menjadi tanggung jawab ibu. “Sering ada kondisi saat kemampuan karyawan laki-laki dan perempuan sama. Tapi karena budaya patriarki yang membatasi, maka laki-laki didahulukan karena dianggap lebih berperan dan menjadi kepala keluarga.”
Harus diakui, masih belum banyak perusahaan yang posisi puncaknya diduduki oleh wanita. Hal inilah yang dibanggakan oleh Direktur Perbankan UKM BII, Jenny Wiryanto, yang dalam sambutannya mengungkap bahwa dari sembilan Board Director BII, enam orangnya adalah wanita. “Sudah saatnya wanita bukan lagi berada di belakang layar. Peran ganda bukan kendala, melainkan tantangan,” ia menegaskan.
Mentalitas Elang
"Apa beda elang jantan dengan elang betina?" pertanyaan ini dilontarkan oleh Konsultan Karier dan CEO EXPERD Consulting, Eileen Rachman, kepada pembawa acara, Erwin Parengkuan, saat membuka sesi pertama Seminar Wanita Karier Femina-BII. “Elang jantan memang menjaga telur, tapi ia juga mencari makan. Tidak ada bedanya dengan elang betina,” ia menegaskan. Dengan filosofi elang, Eileen mengajak wanita untuk stand out from the crowd, tidak bertindak sama dengan orang kebanyakan.
Seperti elang, wanita hebat memiliki target mangsa yang jelas dan akan berusaha fokus, serta menetapkan prioritas untuk mencapainya. Wanita hebat juga akan mengendarai angin perubahan, mengambil kesempatan dari situasi, dan memanfaatkannya untuk keuntungan yang lebih besar. Dalam sesi tanya jawab, Ade Mardiah, salah satu peserta, yang juga adalah General Manager Cassadua Hotel, Bandung, mengungkapkan bahwa kadang bias gender sebenarnya bukan menjadi penghalang wanita dalam mencapai posisi puncak. Hanya saja, kadang justru si wanita sendiri yang tidak percaya diri mengambil tanggung jawab besar.
Sementara di sesi kedua, Hevi Angweita, SVP Funding Project Management Head BII Maybank, berbagi ilmu tentang revolusi manajemen keuangan. Ia memaparkan bahwa dalam teorinya, prioritas pengeluaran seharusnya diatur sebagai berikut: 40% kebutuhan hidup, 30% cicilan hutang, 20% tabungan/investasi, dan sosial 2.5-10%. Namun kenyataannya, dalam kehidupan berumah tangga, banyak kebutuhan mendadak, terutama keperluan keluarga. Hal ini mau tak mau mengharuskan wanita terus menerus melakukan revolusi pengaturan keuangan.
Wanita memegang peran kunci dalam pengambilan keputusan terkait masalah keuangan. Artinya, keandalan wanita dalam mengelola keuangan pribadi dan keluarga ini menjadi salah satu faktor utama yang mendukung kelancaran dan keseimbangan kehidupan karier, personal, dan keluarga.
Seminar Wanita Karier ini merupakan bagian dari rangkaian dari lima acara utama di enam kota, yaitu: Booth Camp Karier di Bandung (26–27 Januari 2013); Seminar Karier di Jakarta (6 Oktober 2012), Palembang (20 Oktober 2012), Semarang (24 November 2012), dan Malang (15 Desember 2012); Kompetisi Wanita Karier (pendaftaran dibuka Oktober 2012–Januari 2013), Beauty Day di Jakarta (8 Februari 2013), Weekend Getaway di Yogyakarta (1–3 Maret 2013). Seluruh rangkaian diakhiri bersamaan dengan pengumuman pemenang Kompetisi Wanita Karier pada bulan April 2013.
Lucia Priandarini
Baca juga:


