Sex & Relationship
Mengembalikan Rasa Di Hati

22 Jul 2014

Ditekankan oleh Widiawati Bayu, psikolog dari Kasandra Psychological Practice, seburuk apa pun hubungan itu harus berakhir, seseorang tidak boleh larut dalam kesedihan. Inilah saatnya membalikkan pikiran bahwa bukan Anda yang salah dalam hubungan ini. Lakukan komunikasi dengan diri sendiri dan ajukan pertanyaan yang sifatnya membawa perubahan positif. Misalnya, tanyakan pada diri sendiri, sanggupkah kita mendapatkan perlakuan seperti itu berulang-ulang? “Putus cinta sudah pasti tidak menyenangkan, banyak memori indah yang masih tersisa. Tapi, kita harus bisa move on,” jelasnya. 

Menurut Widiawati, ketika mengalami peristiwa dalam hubungan yang tidak menyenangkan dan cenderung berakhir dengan buruk, sebaiknya segera redam emosi yang mungkin ditimbulkan oleh kejadian itu. Salah satunya dengan melakukan kegiatan yang bisa membuat fokus kita tidak lagi kepada mantan pasangan, sehingga rasa sedih dan kebencian bisa teralihkan. Sebaiknya, pilih kegiatan yang sifatnya menyenangkan dan berkelompok, sehingga Anda tidak merasa sendirian.

Tidak ada salahnya menyampaikan curahan hati kepada teman. Karena, curhat bisa menjadi cara untuk ‘mengosongkan’ kemarahan dan kekesalan. Tapi, sebaiknya pilih teman yang benar-benar bisa meningkatkan kepercayaan diri. Bukannya teman yang sekadar memanas-manasi karena hanya akan memperburuk masalah Anda. Jika ingin mencari teman curhat yang sifatnya sportif, Anda juga bisa melakukan konseling pada psikolog.

Selain itu, mulailah membuka diri untuk bertemu dengan orang lain. Tapi, perlu disadari, pulih dari rasa sakit hati dan kegagalan yang pahit bukanlah perkara mudah. Jadi, Anda tidak perlu mencari pengganti secepatnya. Beri waktu untuk diri Anda mengobati luka hati. Tapi, dalam perjalanannya, Anda tak perlu menutup diri. Mencari teman sebanyak-banyaknya dan memperluas pergaulan akan membuka wawasan lebih banyak.

Pada dasarnya,  tiap orang memiliki ketahanan mental  masing-masing. Apa yang membuat orang lain nyaman belum tentu bisa membuat diri Anda nyaman juga. “Jika memang paling nyaman adalah tidak bertemu sama sekali dengan mantan kekasih, lakukan saja. Tapi, lakukan dengan cara yang tepat. Tak perlu dikatakan dengan marah-marah atau menghina dan menyalahkan mantan kekasih.

Hal ini hanya akan menambah rasa sakit hati, bahkan benci dari orang lain. Katakan saja alasan yang penting, yang mendasari penolakan Anda untuk bertemu dengannya,” ungkap Widiawati. Hindari mencari seorang pengganti hanya karena alasan pelarian atau untuk pamer karena tidak mau kalah dengan mantan kekasih yang telah memiliki kekasih baru. Karena itu, ketika berencana memilih pasangan kembali, usahakan Anda sedang tidak berada dalam kondisi yang sangat sedih atau sangat marah. Hanya kondisi yang jernih yang bisa membuat kita memilih yang terbaik. 

Setelah berpisah dari Johnny Deep, Vanessa Paradis memilih larut dalam kesibukannya sebagai ibu dan aktris. Jadwal syuting dan tawaran untuk menjadi bintang iklan produk internasional, terus berdatangan. Hal ini membuat Vanessa masih tetap tersenyum, meski mendengar berita pertunangan Jhonny dan kekasih barunya yang muda itu menghiasi media massa. Baru-baru ini, penampilan Vanessa juga  makin segar dengan model rambut barunya yang lebih pendek. Sepertinya, inilah cara Vanessa untuk kembali hidup setelah perpisahan terberatnya dengan Johnny. (Faunda Liswijayanti)



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?