Passive income dapat dilakukan dengan memiliki aset aktif: bisnis, properti, dan surat berharga. Menurut perencana keuangan independen, Ligwina Hananto, semuanya tentu saja memiliki kelebihan, kekurangan, dan risiko masing-masing. Yang paling mudah untuk dimulai adalah bisnis. Asal punya ide cemerlang, kemampuan, dan kemauan yang keras, meski tanpa modal besar, pasti akan bisa sukses.
Walaupun bisnis memiliki risiko paling tinggi, banyak orang merasa nyaman berbisnis properti, entah itu tanah atau bangunan. Properti juga dapat disewakan, dapat juga dijual untuk mendapatkan capital gain. Tetapi, tipe bisnis ini membutuhkan modal tidak sedikit.
Terakhir adalah surat berharga, contohnya surat utang (bonds) dan saham. Halangan memiliki aset surat berharga hanya satu: pengetahuan untuk mengerti cara kerja surat-surat berharga tersebut.
Apa pun pilihan Anda, tidak ada jalan pintas, ya. Semua ada prosesnya. Jadi, Anda perlu menimbang juga aset aktif mana yang ingin mulai dimiliki. Mana yang paling cocok? Hanya Anda yang bisa menjawab.(f)


