Celebrity
Menapaki Perjuangan

10 Mar 2015

Bagi Dion Wiyoko (29), yang semasa kecil tak pernah bercita-cita menjadi seorang aktor, perjuangannya meniti karier punya banyak kesamaan dengan pengalamannya mendaki gunung. Kegemaran yang baru ditekuninya setahun belakangan ini berawal dari hobinya traveling yang menjadi obat termanjur untuk mengusir rasa jenuh.

Saat naik gunung, ia menikmati betul  tiap langkahnya di tengah alam bebas yang serba terbatas. Selama mendaki, matanya dimanjakan oleh pemandangan, sebuah kondisi yang tidak bisa ia temui di kota. Namun, menurutnya, rasa lelah yang mendera bisa saja membuat seorang pendaki untuk berhenti melangkah, meskipun titik yang dituju sudah begitu dekat.

Godaan untuk menyerah saat hampir tiba di puncak pun pernah dialami Dion. Ketika mendaki Gunung Rinjani, semangatnya sempat terjun bebas justru saat ia berada sekitar 200 meter dari puncak. Di titik itu, oksigen sudah mulai berkurang, sehingga berpikir jernih pun mulai sulit. Belum lagi kondisi tubuh yang lelah setelah tiga hari mendaki. Saking lelahnya, tebersit keinginan untuk tak melanjutkan perjalanan.

“Tetapi, hati kecil saya melawan dan bilang, ‘Masa enggak bisa? Tinggal sedikit lagi, nih, ayo, dong!’” kenang pria yang lebih memilih bepergian di Indonesia ini. Maka, ketika akhirnya berhasil tiba di puncak, ia bisa sungguh-sungguh mensyukuri hasil kerja kerasnya, sebuah rasa yang terbit di hatinya saat memandang matahari dari puncak gunung. “Kalau kita menyerah di tengah jalan dan akhirnya tidak sampai ke puncak, sampai di sana sajalah perjuangan kita,” tegasnya.

Sebelum gemar naik gunung, Dion mengaku biasa menghabiskan waktu senggangnya dengan pergi sendirian ke mal untuk minum kopi di kafe, dan menonton film. Sebagai orang yang cenderung penyendiri, hal ini menjadi cara Dion menikmati me time. “Sampai sekarang pun masih begitu, meskipun saya punya pacar,” ungkap Dion, yang kini menjalani hubungan jarak jauh karena sang kekasih bekerja sebagai pramugari di Singapura.

Selain menantang jiwa petualangannya, mendaki gunung juga memberi Dion kesempatan untuk merefleksikan berbagai hal dalam hidup. Misalnya, meski ada pemandu yang mendampingi yang bisa menolong, seorang pendaki adalah dirinya sendiri. Ia pun seolah kembali diingatkan akan pentingnya menguatkan diri sendiri, agar dapat menghalau rasa lelah dan putus asa.

Puji Maharani



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?