Travel
Melepas Penat Di Pulau Sentosa

4 Jul 2014


Beberapa waktu lalu Redaktur Senior femina, , diundang oleh Sentosa Leisure Group untuk bertualang di Sentosa Island. Jauh dari hiruk pikuk kota bisnis Singapura, ada banyak surga petualangan yang bisa ditemukan di sana.

Hijaunya hutan hujan yang berbukit-bukit berpadu harmoni dengan lembutnya pasir pantai yang membingkai biru lautan. Berada di Pulau Sentosa membuat orang seperti tidak sedang berada di Singapura yang akrab dengan hutan beton gedung perkantoran dan pusat bisnis. Seperti paru-paru, pulau ini memompakan denyut keceriaan lewat kekayaan alternatif hiburan yang tersebar di atas resor seluas 500 hektare. Mulai dari yang bersifat laid back & relax sampai yang memicu adrenalin. Pilih sendiri petualangan Anda!


Meluncur dengan Toboggan
Skyline Luge Sentosa
Tiket: SGD 13 Rp 120.000 (Luge & Skyride)


Nah, wahana yang satu ini menjadi cara lain menikmati keindahan kompleks hiburan Sentosa yang dipadukan dengan keseruan meluncur dari bukit memakai kendaraan toboggan, semacam kereta luncur berkecepatan tinggi yang mengandalkan gaya gravitasi. Dengan menumpang skyride atau gondola terbuka, kami dibawa melintas menuju pangkalan peluncuran. Dari ketinggian 320 meter kami bisa menyaksikan pemandangan kompleks taman hiburan Imbiah Lookout yang di Minggu siang itu ramai pengunjung.
Ada dua pilihan track yang ditawarkan. Pertama, Dragon Trail jalur sepanjang 712 meter yang lebih berliku dan kaya kelokan tajam. Saya memilih alternatif kedua, yaitu Jungle Trail, yang meski lebih pendek, lintasannya lebih lurus dan landai, sehingga saya bisa menikmati pemandangan aneka vegetasi hutan yang menyejukkan dengan tenang.



Teluk Eksklusif


Hari itu saya ingin mencicipi sisi lain dari Sentosa yang lebih eksklusif di Quayside Isle, Sentosa Cove, kompleks hunian mewah yang menjadi Melrose Place-nya Singapura. Luxury car mengantar kami melewati kompleks perkantoran eksklusif SOHO dan kondominium eksklusif dua lantai.
Kawasan berkonsep marina yang elegan dan tenang itu menjadi lebih hidup menjelang jam makan siang. Pilihan makan siang kami jatuhkan pada Miska Café, restoran dengan interior dan sajian menu khas Mediterania.
Di sepanjang jalan dengan lantai dek kayu, berjajar boutique café dengan konsep desain yang unik dan berbagai pilihan menu spesial. Meja-meja makan kayu ditata apik di ruang terbuka menghadap dermaga yang memamerkan yacht pribadi milik warga dan kapal pesiar. Mengingatkan saya pada kawasan Gold Coast, Australia.


Menikmati Nyanyian Laut

Songs of the Sea
Tiket: SGD 18/Rp 166.000 (premium seat), SGD 15/Rp138.000 (normal seat)


Sangat disarankan Anda melanjutkan senja di Siloso dengan menonton pertunjukan teater musikal Songs of the Sea. Saya duduk di bangku undakan menghadap laut, dengan pemandangan gubuk-gubuk terapung desa nelayan sebagai latar belakang. Angin malam dari laut cukup besar. Anda yang tidak tahan disarankan untuk memakai jaket.
Saya sendiri kurang mengikuti jalan cerita yang berkisah tentang misi penyelamatan seorang putri dari pengaruh sihir jahat oleh seorang pemuda bersuara emas. Fokus saya justru tertuju pada perpaduan antara teknologi dan seni yang mengiringi pertunjukan.
Berbagai makhluk laut lucu menyembul dari tirai hologram, ditingkah dengan permainan sinar laser, tarian air dalam berbagai formasi, serta semburan lidah-lidah api. Malam itu, langit dan laut menyala dalam terang warna-warni yang semarak. Spektakuler!


Meluncur di Atas Hutan Hujan

MegaZip Adventure Park
Tiket: SGD 38/Rp 350.000 (Flying Fox)


Anda yang kangen sensasi adrenalin rush bisa mencoba pilihan seru yang satu ini. Dari pangkalan awal flying fox yang berada pada ketinggian lebih dari 70 meter, saya bisa menyaksikan puncak-puncak kanopi hutan yang menaungi kawasan Pantai Siloso, berlanjut ke selat kecil yang menghubungkan pantai dengan pangkalan akhir kami.
Membayangkan bahwa saya akan melintasi jalur sepanjang 450 meter itu hanya bergantung pada seutas tali baja, dan dalam kecepatan 60 km/jam, membuat kepala saya mulai berdenyut. Tapi, kapan lagi saya bisa menjajal wahana flying fox tertinggi di Asia ini?
Hitungan mundur pun dimulai, dan… saya meluncur, atau lebih tepatnya: terbang! Deras aliran darah dan deburan detak jantung melebur, menghidupkan sensasi pada kelima pancaindra. Paru-paru saya penuh dengan udara segar kaya oksigen sumbangan kanopi pepohonan di bawah saya. Terpaan angin membuka  pori kulit, menyusul aroma manis dedaunan khas hutan hujan yang memenuhi rongga hidung. Sungguh sensasi adrenalin yang membebaskan!


Berselancar Aman


Ombak di perairan sepanjang Pantai Siloso, Palawan, dan Tanjong memang tidak sedahsyat ombak laut di Bali. Tetapi, Anda yang ingin menjajal tantangan ombak bak peselancar pro bisa bertandang ke Wave House Sentosa. Seperti judulnya, Rumah Ombak, wahana yang satu ini menyediakan gulungan ombak artifisial yang bisa mencapai tinggi 3 meter. Ada dua tingkatan, FlowBarrel untuk mereka yang butuh tantangan advance, dan FlowRider untuk pemula yang belum pernah berselancar seperti saya.
Di bawah bimbingan staf profesional, yang adalah para peselancar, saya belajar bagaimana meluncur di atas board pada tekanan ombak tertentu. Tidak semudah yang terlihat! Jangankan untuk berdiri di atas papan surf, berusaha membuat tubuh tidak terjengkang dari atas papan saja sulit sekali! Tetapi, dengan beberapa kali latihan, saya tidak hanya bisa meluncur sendiri dengan melemparkan tubuh ke atas papan surf ala peselancar profesional, saya juga bisa melakukan gerakan flip atau berguling ke samping tanpa tersapu arus, dan panen applause!


Me Time di Shangri-La’s Rasa Sentosa Resort & Spa

Selama tiga hari dua malam di Pulau Sentosa, pihak Sentosa Leisure Group menjamu kami menginap di resor yang menjadi satu-satunya hotel yang memiliki pantai berpasir putih lembut dan Laut Cina Selatan sebagai halaman belakangnya.
Dari atas balkon hotel dengan 454 kamar itu saya bisa melihat langsung ke kolam renang utama yang dinaungi pepohonan nyiur yang asri. Agak jauh ke belakang, beberapa kapal pencari ikan dan cruise membelah laut tenang. Sungguh memanjakan mata. Jika beruntung, Anda bisa menyaksikan monyet dan burung merak berkeliaran. Meski menggemaskan, tamu dilarang memberi makan para satwa ini.
Tapi, quality time yang paling menyenangkan buat saya adalah bisa leyeh-leyeh sambil membaca buku favorit di bawah pohon besar dengan carangnya yang rindang, di atas sofa bed empuk dari rotan yang menghadap langsung ke laut. Angin sepoi, suara ombak, yang ditingkah nyanyian burung membuat saya merasakan totalnya liburan!


Sentosa dari Ketinggian
Singapore Cable Car
Tiket: SGD 26

Mount Faber Park adalah tujuan berikutnya. Taman di atas perbukitan ini adalah salah satu yang tertua di Singapura. Di lokasi ini, Anda bisa bersantai di kafe yang dibangun di antara kanopi pepohonan tua hutan di bawahnya. Memberikan suasana sejuk yang asri. Di tempat ini saya mendentangkan lonceng raksasa kebahagiaan sambil berharap agar kemujuran selalu menyertai saya di sepanjang tahun ini. Namun, di antara keseruan itu, perjalanan menuju ke lokasi ini yang sebenarnya sangat menarik.
Dari Imbiah Station Sentosa, saya mengantre untuk naik cable car berkapasitas delapan penumpang. Ruang kabinnya sangat lega dan kursinya nyaman. Dari balik dinding gelas, saya bisa menikmati pemandangan 360 derajat Sentosa dari ketinggian. Terutama ketika cable car berada pada lintasan tertinggi, atau 120 meter dari atas permukaan laut. Dari lokasi puncak ini saya bisa menyaksikan pemandangan terbaik ke semua sisi Sentosa. Singa Merlion duduk tegak di atas ketinggian karang, Sky Tower yang menjulang, dan segerombol  lumba-lumba yang sedang berlatih di kompleks Underwater World Singapore.


Menuju Pulau Sentosa

Pada perjalanan kali ini, saya terbang bersama Singapore Airlines. Meski duduk di kelas ekonomi, maskapai penerbangan bintang lima ini menawarkan ruang kaki yang lebih longgar dengan kursi nyaman dan berbagai pilihan film, musik, dan saluran di in-flight entertainment-nya.
    Untuk menuju Pulau Sentosa, ada berbagai alternatif. Anda bisa menempuhnya dengan cable car dari Mount Faber Park yang berjarak 10 menit saja dengan taksi dari pusat Kota Singapura. Atau Anda bisa naik cable car dari Harbourfront Center (HFC), yang berdekatan dengan stasiun MRT HBC. Anda juga bisa menggunakan bus  dari Vivo City, atau naik kereta Sentosa Express.
Kalau Anda menginap di salah satu hotel di Pulau Sentosa, maka ada shuttle bus gratis milik hotel dengan jadwal tertentu yang akan mengantar Anda keluar-masuk Pulau Sentosa. Sementara itu, untuk di dalam pulau, ada Sentosa Express dan trem wisata yang bisa mengantar dari tempat hiburan yang satu ke yang lain. Semua alat transportasi dalam pulau ini bermuara di Imbiah Lookout Bus Stop.(Naomi Jayalaksana)


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?