Suntiang mewujudkan rasa Minang yang identik dengan porsi besar, dalam rupa hidangan Jepang. Agar jejak rempah pekat asli tanah Sumatra Barat tetap ada, Abdi Lutfi, Head Chef Suntiang, berguru langsung ke dapur Nek Ucu (nenek sang pemilik). Belajar tanpa resep menjadi tantangan tersendiri bagi Abdi. Matanya harus jeli mengamati tangan Nek Ucu memasukkan bumbu.
Hasil ‘kursus privat’ tersebut dapat dilihat di conveyer belt yang berada di tengah ruang santap. Seporsi Chicken Teriyaki Roll melintas di hadapan femina. Menarik, sebab di atas nasi yang menggulung ayam bumbu teriyaki dan mentimun, ada sambal hijau dan sambal merah khas nasi kapau. Posisi telur ikan cod sebagai pembalut permukaan sushi, diganti dengan keripik rendang telur.
Tak lama berselang, giliran Crispy Tunjang Roll datang. Irisan tunjang sapi yang mengisi gulungan nasi dan nori, sengaja ditonjolkan ke atas. Rupanya, ini bagian dari trik agar selera makan muncul saat melihat tunjang montok. Dalam sekali lahap, rasakan permainan bumbu pedas rendang dan gurihnya gulai.
Gulai Ramen dengan kuah santan kental mengubah impresi ramen konvensional yang berbasis kaldu daging. Sebelum disantap, aduk mi bersama chicken karaage, nori, dan telur setengah matang. Ini cara agar kuatnya bumbu gulai bisa dinikmati maksimal. “Ketepatan memilih rasa Minang atau Jepang yang ingin ditonjolkan adalah kunci keberhasilan fusion di Suntiang,” tutup Abdi, sembari menghidangkan Laman Katan Sarikayo. (EF)
Lokasi: Pondok Indah Mall 2, Restaurant Row lantai 3, Jakarta Selatan. Telp: (021) 75920529. Jam buka: 10.00-22.00 WIB. Harga*): Rp9.000-Rp93.000 (belum termasuk pajak 15%). Suasana: Kesan tradisional modern muncul lewat kain songket Minang yang menghiasi dinding.
*)Harga dapat berubah sewaktu-waktu, cek sebelum bersantap.




