Health & Diet
Manfaat vs Efek Samping

19 Mar 2015

Konon, karena terbuat dari bahan alami seperti tumbuh-tumbuhan dan bagian tubuh hewan yang alami, obat-obat Cina tidak menimbulkan efek samping apa pun, sehingga aman dikonsumsi. Namun, menurut dr. Sisilia, obat-obatan Cina tetap memiliki efek samping, meski terbilang lebih kecil bila dibandingkan dengan obat kimia.

Dalam TCM ada istilah obat yang bersifat superior, medioker, dan inferior. Superior merupakan obat Cina yang memiliki efek kerja luas. Jenis ini memiliki manfaat besar ke berbagai organ tubuh ketimbang efek sampingnya, sehingga tergolong aman bila dikonsumsi jangka panjang dalam dosis kecil untuk tonikum. Salah satu contohnya yaitu obat Cina yang mengandung ginseng, yang bermanfaat meningkatkan fungsi otak, stamina fisik maupun seksual.

Obat Cina jenis medioker memiliki kadar manfaat dan efek samping yang berimbang. Namun, dr. Sisilia menyarankan agar jenis ini dikonsumsi seperlunya karena memiliki efek kegunaan yang tak begitu luas. Salah satu contohnya, yakni jahe.” Jahe memiliki efek ekspektoran, anti mual dan menghangatkan. Bila dikonsumsi berlebihan dosis dan jangka panjang, dapat menimbulkan gangguan faktor perdarahan dan gangguan maag,” jelasnya.

Sedangkan pada obat cina jenis inferior memiliki efek samping yang lebih besar ketimbang manfaatnya. Biasanya, jenis obat ini tidak boleh dikonsumsi secara tunggal, tetapi dikombinasikan dengan obat Cina lain. Salah satu contohnya, yaitu herba ephedra atau Ma Huang. Tanaman ini mengandung efedrin, yang bila dikonsumsi secara berlebihan akan membahayakan jantung.

Jenis superior memiliki manfaat yang lebih besar ketimbang efek sampingnya, sehingga tergolong  aman bila dikonsumsi secara intens. Obat dari ginseng termasuk dalam jenis ini. Pada obat jenis medioker, kadar manfaat dan efek samping seimbang, sehingga tak disarankan dikonsumsi terlalu sering.

“Salah satu contohnya yakni obat yang terbuat dari jahe. Tanaman jahe memiliki efek ekspektoran. Bila dikonsumsi berlebihan, akan menimbulkan ketergantungan, rasa mual, dan muntah,” jelasnya.

Sedangkan pada obat jenis inferior, efek samping lebih besar ketimbang manfaatnya. Biasanya, jenis obat ini tidak boleh dikonsumsi secara tunggal, tetapi dikombinasikan dengan obat Cina lain. Salah satu contohnya, yaitu obat asma yang terbuat dari tanaman ma huang. Tanaman ini mengandung efedrin, yang bila dikonsumsi secara berlebihan akan membahayakan jantung.

Yang menjadi masalah, menurut dr. Sisilia, adalah budaya latah masyarakat yang mudah percaya rekomendasi orang lain, tanpa mencari tahu kebenarannya. Beberapa jenis obat Cina bisa tiba-tiba langsung diminati masyarakat, meski belum terbukti khasiatnya. Mungkin obat itu menyembuhkan penyakit seseorang, namun belum tentu   cocok untuk orang lain, karena sekali lagi kondisi  tiap orang berbeda.
Nah, agar tak salah memilih obat Cina, dr. Sisilia menyarankan Anda melakukan langkah-langkah berikut ini:

Pastikan ada izin dari badan POM
Sebelum membeli, cari tahu izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam kemasan obat, yang biasanya ditandai dengan stiker hologram. Bila Anda tak menemukan label izin BPOM, segera batalkan niat membeli obat tersebut, karena berpotensi membahayakan kesehatan Anda.

Jangan mudah percaya
Meski banyak orang di luar sana yang merekomendasikan obat tertentu, Anda sebaiknya mencari informasi sebanyak mungkin mengenai kandungan obat tersebut.   Tanyakan kepada ahli TCM yang kompeten dan bersertifikat  mengenai khasiat obat yang ingin Anda konsumsi, juga aturan konsumsinya.

Menyeimbangkan gaya hidup
Saat mengonsumsi obat Cina, Anda juga tetap harus mengubah gaya hidup dan  pola makan menjadi lebih baik dan teratur  Pola hidup sehat menjadikan produk obat Cina bekerja lebih optimal. Hanya mereka yang ingin hidup sehatlah yang cocok mengonsumsi obat Cina.   

“Salah satu peribahasa Cina mengatakan, ‘Makan pagi seperti raja, makan siang seperti pangeran, makan malam seperti pengemis.’ Penyakit datang dari mulut. Karenanya, perhatikan jam, porsi, dan jenis makanan yang Anda konsumsi. Porsi makanan yang terlalu berlebihan maupun yang terlampau sedikit akan menyebabkan penyakit. Berhenti  makan sebelum kenyang dan makan sebelum kelaparan  di jam yang teratur  tiap hari,” tegasnya.

RIZKA AZIZAH


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?