Manal al-Sharif (34) menjadi wanita yang memperjuangkan hak wanita untuk mendapatkan izin mengemudi di negaranya, Arab Saudi. Berjuang untuk mengakhiri hukum konservatif (kuno) yang tak berpihak pada kaumnya, ia sampai harus dijebloskan ke dalam penjara. Namun, ia justru makin lantang mengkritik pemerintahnya. Selama ini, pemerintah Arab Saudi bersama Dewan Ulama Senior mengeluarkan banyak aturan atau fatwa yang sangat membatasi ruang gerak wanita. Di antaranya, jika tak ada izin dari kerabat pria, wanita Arab Saudi tidak dapat bekerja, bepergian, atau membuka rekening bank. Mereka juga tidak diperbolehkan meninggalkan rumah seorang diri tanpa mengenakan jubah hitam yang disebut abaya. Selain itu, pemerintah juga melarang wanita bekerja sebagai kasir di supermarket, memberikan hak suara pemilu, ikut olahraga kompetitif, dan mengendarai mobil sendiri.
Kebijakan pemerintah melarang wanita mengendarai mobil dirasa terlalu berlebihan. Arab Saudi menjadi satu-satunya negara di dunia yang memenjarakan wanita karena mengendarai mobilnya sendiri. Selama ini wanita diwajibkan menumpang pada kerabat pria jika ingin mengantar anak ke sekolah, ke pasar, maupun ke rumah sakit. Mereka juga harus selalu berada di bawah pengawasan pria, biasanya ayah atau suami, dalam kondisi apa pun.
Kenyataan inilah yang menggerakkan hati Manal untuk melakukan perlawanan dalam memperjuangkan hak-hak kaumnya. Aksi perlawanan Manal dimulai pada Mei 2011 silam. Ia memunggah sebuah video di YouTube dan jejaring sosial Facebook. Dalam video tersebut diperlihatkan Manal yang tengah mengendarai mobil sendiri sambil berbincang dengan teman wanitanya di Kota Khobar.
Sempat ditonton lebih dari 600.000 kali, akhirnya video itu diblokir oleh pihak pemerintah dan akunnya ditutup. Manal sendiri ditangkap untuk dipenjara selama 9 hari sejak tanggal 21 sampai 30 Mei 2011 atas tuduhan ‘kejahatan’ mendorong wanita mengemudi.
Tak gentar dengan ancaman pemerintah yang mengecamnya agar tak melakukan hal serupa, Manal dan rekan-rekannya sesama aktivis justru kembali melancarkan kampanye di Facebook melalui akun bertajuk ‘Women2Drive’ yang dilansir 17 Juni 2011. Kampanye itu mengajak para wanita untuk mengemudikan mobil mereka. Nama Manal pun mulai mendapat sorotan yang akhirnya meresahkan pemerintah.
Manal adalah figur kunci dalam sebuah kelompok wanita yang mencoba melawan larangan wanita menyetir mobil di Arab Saudi. Sebagai tanda dukungan terhadapnya, beberapa wanita di Arab Saudi mengikuti jejaknya memunggah rekaman video yang menampilkan aksi mengemudi mereka.
Perlawanan yang dilakukan Manal bukanlah yang pertama terjadi di Arab Saudi. Sebelumnya, demonstrasi massal melawan aturan mengemudi pernah digelar pada November 1990. Puluhan wanita di Riyadh menjalankan aksi protesnya dengan cara turun ke jalan mengendarai mobil. Bisa ditebak, para demonstran itu kemudian diringkus, disita paspornya, dan dipenjarakan selama satu hari. Beberapa dari mereka terpaksa harus rela kehilangan pekerjaan sebagai konsekuensi tindakan nekat mereka.
Aksi protes ini dipicu ketika para wanita Saudi ini terbuka matanya akan ketidakadilan yang harus mereka pikul. Dalam tayangan berita di televisi, mereka menyaksikan para wanita tentara Amerika Serikat yang bebas mengendarai kendaraan militer di wilayah Arab Saudi saat menjalankan tugas mereka dalam Perang Teluk. Mereka juga ingin meraih kebebasan yang sama.
Karena aksinya, Manal al-Sharif diberhentikan secara tidak hormat dari tempatnya bekerja, selanjutnya >>>


