Bali tak pernah lelah memuaskan hasrat wisata kuliner para pelancong. Di dalam kompleks Nusa Dua Beach Hotel & Spa, sebuah resto dengan dekor Bali yang kental hadir melengkapi keindahan hotel berbintang lima ini. Di Raja’s Balinese Restaurant, menempel reputasi bergengsi di bidang food and beverage, yakni peraih penghargaan Hospitality Asia Platinum Awards (HAPA) Gastronomic Experience - Asia Cuisine selama periode 2008 hingga 2010. Sultan Brunei menjadi salah satu petinggi yang pernah bersantap di sini.Palem Sari Ulam bisa menjadi hidangan pembuka. Staf dengan gaya pelayanan yang mengesankan, menjelaskan dengan sepenuh hati segenap isi di dalam hidangan yang terasa sedikit asing bagi turis ini. Gurita, udang, ikan snapper dikukus bersama adonan santan berkari, dan ditumpuk secara vertikal khas sentuhan artistik. Saus sambal sebagai tambahan rasa, dituang di sekeliling seafood ini. Gurih jus dari tiap seafood masih terasa, berkat seleksi atas kualitas seafood yang benar-benar prima dan menjadi standar ala dapur hotel bintang lima.
Tuntas dengan ini, selingi dengan camilan kerupuk bawang buatan hotel. Cocol dengan sambal tomat agar rasanya makin komplet. Maklum, hidangan Bali memang sarat bumbu. Chef Mudana menyarankan bahwa Bebek Betutu dengan side dish lawar kacang panjang ala Raja’s pantang dilewatkan.
Chef yang juga bekerja sama dengan executive chef Darren Lauder di hotel tersebut menyatakan, beberapa highlight dari bebek yang senantiasa muncul pada pesta-pesta adat Bali ini, diracik dari bumbu betutu autentik, plus bebek impor dari Eropa. “Bebek ini memiliki tekstur yang lebih lembut,” ujar chef Mudana.
Rata-rata beratnya 2 kilogram per ekor (seperti ukuran bebek Peking impor) dan bisa disantap hingga 4 orang. Mengikuti gaya masak betutu nan kesohor, bebek ini dibungkus pelepah pinang bersama 16 jenis bumbu betutu (dominasi bawang merah, cabai, lengkuas) yang diselimuti di sekujur bebek dan dimasukkan ke dalam bebek.
Penuntasnya? Dipanggang perlahan selama 4,5 jam. Meresap, mak nyuss! Sang pengiring berupa sambal limau, diulek di dekat tamu. Komponen rasa cabai rawit (digoreng dulu), bawang goreng, garam, dan jeruk limau melebur seketika.
Chef Mudana bercerita bahwa mereka pernah kedatangan sepasang tamu dari Rusia yang memesan bebek betutu selama 2 malam berturut-turut dan masing-masing menyantap satu porsi!
Menu lain yang layak coba adalah Udang Pantung Mebase Kunyit. Lobster perairan Bali dimasak dalam saus legit dari kari kental yang berkunyit. Berjodoh dengan nasi pulen yang mengepul. Apalagi jika disantap di tengah semilir angin Nusa Dua, hmmm, bagai sebuah terapi jiwa........
Lokasi: Nusa Dua Beach Hotel & Spa, P.O. Box 1028 Denpasar, Bali. Telp: 0361-771210. Harga*): Rp39.000 – Rp400.000 (belum termasuk pajak 21%). Jam buka: Hanya untuk makan malam, 18.30 – 22.30 WITA, (Selasa tutup). Suasana: Sentuhan kayu yang nyaman dengan pilihan tempat duduk outdoor di tepi kolam renang dan indoor. Tersedia juga private room untuk maksimum 10 orang.
KARTINI BROTO SUHARJO. FOTO: DOK. NUSA DUA HOTEL & BEACH SPA.


