Fashion Trend
Louis Vuitton

2 Mar 2015


Umumnya, gesper dikenal sebagai lambang identitas dari merek ternama yang menarik minat  belanja konsumen. Menurut survei yang dilakukan oleh Bain & Company di tahun 2012, 55% konsumen produk fashion di Cina lebih memilih   membeli produk yang memiliki monogram logo dibandingkan dengan produk kualitas tinggi tanpa dihiasi logo apa pun. Hal ini membuktikan, kepercayaan diri dan kebanggaan seseorang timbul saat mengenakan produk yang memperlihatkan metal buckle logo dari merek ternama.

Tak mengherankan,  sederet merek dan rumah mode papan atas  memiliki metal buckle logo sebagai identitas sekaligus untuk mencuri hati para konsumennya. Berikut ini kisah menarik di balik beragam signature buckle pada tas atau sepatu kesayangan Anda.

Louis Vuitton
Tidak hanya populer dengan monogram, Louis Vuitton juga memiliki buckle yang hingga kini menjadi identitasnya. Salah satunya, the S-lock metal buckle yang pertama kali hadir pada Louis Vuitton trunk pada tahun 1854. Sejak Marc Jacobs lengser dan posisi creative director  digantikan oleh Nicolas Ghesquiere pada November 2013, Louis Vuitton  makin banyak menghadirkan variasi produk baru menggunakan gesper.

The S-lock metal buckle muncul kembali pada Monceau BB Bag, Biface Bag, hingga Petite Malle Bag dalam sepuhan warna emas yang mampu membuat koleksi tas tanpa monogramnya terlihat  makin memukau.

LV initials clasp dari huruf L dan V tetap dipertahankan menjadi aksen apik pada The Vivienne LV Bag, dan Chain Louise Bag. Yang menarik adalah LV initial clasp pada Twist Bag  yang memiliki desain tumpul pada masing-masing sisi logo. Desain baru pembuka tas tersebut tampil lebih modern dengan efek 3 dimensi.

ADINDA TRI WARDHANI


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?