Femina Group kembali menggelar Lomba Perancang Aksesori (LPA) 2014 untuk mencari talenta-talenta baru dalam desain sepatu, tas dan perhiasan. Mengusung tema World Traveler, LPA tahun ini ingin menangkap keragaman budaya dunia yang dituangkan dalam karya desain yang terdiri dari koleksi costume jewelry, sepatu dan tas.
“Kami ingin memperkenalkan bakat-baru baru yang memiliki kreativitas dan orisinalitas yang berkualitas. Para peserta diwajibkan mengirim 6 sketsa koleksi yang terdiri dari tiga elemen yaitu perhiasan (cincin, kalung, gelang, anting), sepatu, dan tas berkonsep ready to wear deluxe. Kreasi ini tak hanya harus inovatif tapi juga bisa diproduksi secara massal,” ungkap Zornia Harisantoso, CCO Grazia Indonesia sekaligus Ketua LPA 2014.
Ide yang unik terbukti membawa Helen Kumala Nugraha, alumnus LPA 2010. “ Saat itu saya berkreasi dengan rotan dan lukisan tangan di atas sepatu klomp, dan ternyata disukai juri dan terpilih menjadi pemenang favorit. Kuncinya dengan mengembangkan ide menjadi sebuah kreativitas yang mengikuti tren namun tetap mempunyai identitas diri,” imbuh Helen.
Hal penting lainnya yang harus diperhatikan yaitu desain dan konsep yang kuat harus didukung dengan eksekusi yang baik. “Sketsa desain tak harus dibuat sendiri, lalu bahan dasar materi yang dipakai tidak boleh menggunakan batu mulia, satwa yang dilindungi, apalagi toxic material. Selain itu SDM dan bahan materi harus dipersiapkan dengan matang agar bila ada perubahan tidak melenceng jauh dari rancangan awal. Harus ada rencana cadangan,” jelas Zornia. Zornia menambahkan bahwa kompetisi LPA 2014 tak hanya diperuntukkan bagi komunitas fashion namun juga kalangan umum.
Inilah yang dialami oleh Yanthi Hastuti, alumnus LPA 2012. Meski bukan lulusan sekolah mode namun ia berhasil meraih juara pertama mengalahkan perancang berbakat lainnya. “Awalnya sulit karena tidak ada background fashion. Namun saya berusaha untuk menuangkan ide di kepala dan merealisasikannya,” kata Yanthi.
Melalui tahapan seleksi internal juri akan memilih semi finalis yang kemudian diwajibkan mewujudkan tiga kesatuan karya untuk dinilai Dewan Juri. Lalu akan dipilih 10 finalis yang diwajibkan membuat enam karya dari koleksinya yang terdiri atas perhiasan, sepatu, dan tas hingga terpilih empat pemenang utama. Karya finalis akan dipamerkan dalam Jakarta Fashion Week 2015. Dan bagi Pemenang Pertama akan mendapatkan beasiswa basic accessories design Course di Istituto Marangoni.
Woro Hartari Trianti




